Aceh Tengah Kini Berstatus Zona Merah

Kabar Duka, Satu Lagi Warga Aceh Barat Idap COVID-19 Meninggal
ILUSTRASI - COVID-19

Aceh Tengah Kini Berstatus Zona Merah

DotBerita | Takengon – Kabupaten Aceh Tengah kini berstatus zona merah Corona. Status tersebut muncul seiring pelonjakan kasus warga setempat yang terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari sebelumnya nihil kasus.

Demikian antara lain disampaikan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar kepada wartawan. Shabela mengatakan daerahnya kini telah berubah status menjadi zona merah seiring munculnya delapan kasus positif COVID-19.

Padahal, lanjut Bupati, sebelumnya Aceh Tengah merupakan daerah yang berstatus zona hijau tanpa ada satu pun kasus positif COVID-19 ditemukan di daerah itu.

“Sejak darurat COVID-19 disiagakan di Indonesia awal Maret lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah secara sigap terus melakukan berbagai kebijakan yang strategis dan bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona,” kata Shabela Abubakar di Takengon, dikutip dari Antara Kamis, (6/8/2020).

Bupati Shabela menyebutkan berbagai sosialisasi dan upaya preventif melibatkan seluruh komponen masyarakat pada awalnya mampu menjadikan Aceh Tengah sebagai salah satu kabupaten yang berhasil mencegah penyebaran COVID-19 dengan status sebagai zona hijau.

Namun kata Shabela, keberhasilan itu kini kandas justru di masa-masa menjelang penerapan kebiasaan baru atau fase new normal.

“Kini penularannya semakin dekat dan mengancam siapa saja yang ada di wilayah ini,” ucap Shabela.

Ditularkan pasien probable

Dia mengatakan, per Rabu 29 Juli 2020 diketahui tiga orang warga Aceh Tengah terkonfirmasi positif COVID-19, yang di antaranya merupakan tenaga medis yang diduga terinfeksi dari pasien probable atau pembesuk pasien terkonfirmasi positif yang berasal dari kabupaten tetangga, Bener Meriah.

Namun hanya selang beberapa hari saja angka terkonfirmasi positif terus bertambah secara drastis dan mengkhawatirkan.

“Tercatat sudah delapan orang yang terkonfirmasi positif dan telah dirawat pada RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh maupun pada RSUD Datu Beru Takengon,” sebut Bupati.

Dari kasus tersebut, Shabela berharap seluruh pihak saat ini haruslah lebih ketat dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Seluruh kebijakan pencegahan harus mengikat dan dipatuhi oleh seluruh komponen yang ada.

“Mengedepankan protokol kesehatan merupakan langkah pencegahan pertama yang mudah dan wajib dilakukan oleh seluruh masyarakat,” demikian Shabela Abubakar. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca