Agar Penyebaran COVID-19 Dapat Dicegah, Ini Permintaan Aminullah ke Semua Keuchik dan Warga Banda Aceh

Karenanya, Wali Kota Aminullah Usman berharap semua Keuchik di Banda Aceh ikut terlibat melakukan sosialisasi.
Agar Penyebaran COVID-19 Dapat Dicegah, Ini Permintaan Aminullah ke Semua Keuchik dan Warga Banda Aceh
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. | NET

Agar Penyebaran COVID-19 Dapat Dicegah, Ini Permintaan Aminullah ke Semua Keuchik dan Warga Banda Aceh

DotBerita | Banda Aceh – Peraturan Wali Kota (Perwali) Banda Aceh Nomor 51 tahun 2020 Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan disebut sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Karenanya, Wali Kota Aminullah Usman berharap semua Keuchik di Banda Aceh ikut terlibat melakukan sosialisasi.

Perwali yang juga mengatur tentang pemberiaan sanksi itu dinyatakan mulai berlaku sejak 1 September 2020 lalu.

“Saya minta muspika hingga keuchik (kepala desa) terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan memastikan penerapannya berjalan dengan baik. Ini penting agar COVID-19 dapat kita cegah penyebarannya,” tegas Aminullah di Banda Aceh, dikutip Antara Jumat (4/9/2020).

Disebutkan, kasus COVID-19 di ibu kota Provinsi Aceh terus meningkat. Hingga Jumat hari ini, tercatat Banda Aceh sebagai zona merah dan daerah beresiko tinggi penularan.

Ada pun jumlah kasus positif di Banda Aceh telah mencapai 505 pasien, 289 orang di antaranya dalam perawatan, 195 sudah sembuh, dan 21 meninggal dunia.

BACA JUGA:

Aminullah mengatakan, agar upaya pencegahan bisa berjalan maksimal , diperlukan kepatuhan semua warga terhadap Perwali Nomor 51 Tahun 2020 sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Banda Aceh.

Penerepan Prokes

Perwal tersebut, lanjut Wali Kota, dimaksudkan agar penerapan Prokes benar-benar berjalan hingga ke pelosok gampong atau desa di Banda Aceh.

“Dalam perwali ini diatur secara detail bagaimana penerapan protokol kesehatan secara benar, dan juga ada sanksi. Baik berupa sanksi sosial maupun sanksi administratif,” ungkapnya.

Aminullah juga menekankan upaya sosialisasi Perwal ini akan terus dilakukan agar diketahui secara luas oleh warga kota, dan unsur muspika maupun keuchik agar secara gencar dengan memastikan penerapannya berjalan dengan maksimal di wilayahnya.

“Cara yang paling efektif adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata wali kota lagi.

Ia juga mengingatkan, agar para unsur muspika dan keuchik menyosialisasikan secara lengkap poin-poin yang terdapat di dalam perwal, termasuk jenis sanksi akan dikenakan bila ditemukan bagi yang melanggar.

Bagi setiap orang di Kota Banda Aceh wajib melakukan kegiatan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Semua orang wajib memakai masker saat keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Ini perlu dilakukan, karena tidak semua orang diketahui status kesehatannya,” tuturnya. (*)

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA: