Algojo Cambuk Empat Pelaku Zina dan Pelecehan di Aceh Utara

Pelaksanaan eksekusi tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Aceh Utara dan Satpol PP dan WH setempat.
Algojo Cambuk Empat Pemuda Pelaku Zina dan Pelecehan Seksual di Aceh Utara
Algojo Cambuk Empat Pemuda Pelaku Zina dan Pelecehan Seksual di Aceh Utara.

Algojo Cambuk Empat Pemuda Pelaku Zina dan Pelecehan Seksual di Aceh Utara

DotBerita | Lhoksukon – Petugas algojo dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Utara melayangkan hantaman rotan ke tubuh empat pria di Aceh Utara. Keempatnya merupakan terpidana kasus pelanggar Qanun Syariat Islam yakni pelecehan seksual dan rudapaksa.

Eksekusi cambuk itu dilakukan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Idi di Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (15/9/2020).

BACA JUGA: Adegan Mesum Mahasiswi Tersebar, Pacar Pegang Peranan

Pelaksanaan eksekusi tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Aceh Utara dan Satpol PP dan WH setempat.

Seperti dilansir dari Antara, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi MH, di Lhoksukon mengatakan eksekusi hukuman cambuk terhadap pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayah itu berlangsung di halaman kantor Kejari setempat di Lhoksukon.

“Hukuman cambuk terhadap empat terpidana yang terlibat kasus pelecehan dan juga perzinaan berbeda-beda, tergantung dari perbuatan mereka,“ kata Pipuk Firman  Priyadi menerangkan.

Dijelaskan keempat terpidana itu masing- masing Riki Aulia (21) warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Jufriyadi (18) warga Kecamatan Meurah Mulia, Juanda (25) warga Kecamatan Baktiya dan Zulfahmi (20) warga Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

BACA JUGA: Bocah SD Jadi Korban Kakek Cabul Ini, Ketahuan Setelah Nenek Korban Curiga 

Dikatakan terpidana pertama adalah Riki Aulia kasus pelecehan seksual terhadap anak, mendapatkan hukuman cambuk sebanyak 105  kali, setelah dikurangi  masa tahanan 5 bulan, yang seharusnya 110 kali.

Sementara Jufriyadi kasus perzinaan, mendapatkan 100 kali cambuk juga harus menjalani hukuman kurungan badan 10 bulan penjara.

Sementara terpidana Juanda kasus pelecehan seksual, dicambuk 75 kali dari yang seharusnya dicambuk 90 kali, karena terpidana sudah menjalani hukuman penjara selama 15 bulan.

Sedangkan terpidana Zulfahmi kasus perzinaan dan pelecehan seksual  dicambuk 25 kali, setelah dikurangi hukuman selama 5 bulan, yang seharusnya mendapat 30 kali cambukan.

BACA JUGA: Ritual Aneh Dukun Cabul, Masukkan Telur ke Kemaluan Pasien, Berikut Pengakuan Sejumlah Perempuan yang Jadi Korban

Pipuk menerangkan bahwa selama tahun 2020 ini pihaknya sudah mengadakan tiga kali eksekusi cambukan.

Ekseskusi tersebut juga dihadiri di antaranya Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf dan Kasatpol PP dan WH, Fuad Mukhtar. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca