Angka COVID-19 Aceh Menanjak, Angka Pernikahan Tak Surut

"Ini tergantung daerahnya kalau di daerah perkotaan termasuk Aceh Besar meningkat, namun tidak jauh berbeda dengan sebelum ada virus corona,"
Angka COVID-19 Aceh Menanjak, Angka Pernikahan Tak Surut
ILUSTRASI - Pernikahan. | Foto NET

Angka COVID-19 Aceh Menanjak, Angka Pernikahan Tak Surut

DotBerita | Banda Aceh – Peningkatan kasus warga terkonfirmasi positif Corona di Provinsi Aceh tak berbanding terbalik dengan angka pernikahan yang tercatat resmi. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh, Selasa (8/9/2020) menyatakan angka pernikahan di daerah ini tetap tinggi.

Seperti diketahui, kasus orang terkonfirmasi positif Corona di Aceh terus mengalami peningkatan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) COVID-19 Aceh melaporkan pada Senin (7/9/2020), terjadi penambahan 19 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 2.041 orang terinfeksi.

Namun kondisi tersebut tak menyurutkan para lajang dan dara di Aceh untuk melangsungkan pernikahan.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Pasar Saham Amerika Rebound, Harga Emas Turun

Melansir Antara, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Aceh Marzuki, mengatakan bahwa wabah COVID-19 tidak terlalu mempengaruhi jumlah persitiwa nikah di Aceh.

Hal demikian terlihat dari angka pernikahan setiap bulan yang tetap normal.

“Ini tergantung daerahnya kalau di daerah perkotaan termasuk Aceh Besar meningkat, namun tidak jauh berbeda dengan sebelum ada virus corona,” kata Marzuki, di Banda Aceh, Selasa (8/9/2020).

Kendati demikian, lanjut Marzuki, prosedur pernikahan memang berbeda dari kebiasaan normal sebelum pandemi. Dalam artian, kata dia, lebih memperhatikan dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya antisipasi penularan.

BACA JUGA: Pria di Aceh Utara Digerebek Polisi, Ngaku Baru Lakukan Hal Ini

“Kita punya surat edaran dari Kemenag RI agar protokol kesehatan benar-benar diterpakan saat mendaftar dan saat akad nikah,” ujarnya.

Sejak Maret 4.098 Pernikahan

Ia menjelaskan, sejak terdeteksi kasus COVID-19 perdana di Aceh pada Maret, jumlah peristiwa nikah di Aceh bulan itu mencapai 4.098. 

Kemudian turun menjadi 2.164 peristiwa nikah pada April, selanjutnya 232 peristiwa nikah di Mei, naik kembali menjadi 5.664 peristiwa nikah di Juni dan 3.249 peristiwa nikah pada Juli.

BACA JUGA: Sabang, Surga Dunia yang Hanya Ada di Aceh 

Kata Marzuki, sejauh ini penerapan protokol kesehatan diikuti dengan baik oleh para calon pengantin dan pihak keluarga mempelai yang datang saat akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun di luar KUA.

“Kita beri pengertian dan Alhamdulillah masyarakat menyahuti seruan kita, karena itu pengaruh media dan juga kita awalnya memang berat, setelah kita sosialisasi terus dan kita komitmen dengan hal itu nampaknya masyarakat memahaminya,” kata Marzuki.

Menurutnya, layanan pernikahan juga tidak terganggu selama wabah, dikarenakan KUA tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Baik saat pendaftaran nikah, hingga proses pernikahan yang jumlah tamu hadir juga dibatasi.

BACA JUGA: Mapesa Desak DPRK Banda Aceh Turun Tangan Selamatkan Situs Sejarah Gampong Pande

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona di KUA, Kemenag Aceh pada 2020 juga telah mendistribusikan 274 unit wastafel, 5.263 masker dan 9.900 sarung tangan ke semua unit KUA di daerah Tanah Rencong. (*)

BACA SELANJUTNYA:

Kelakuan Istri saat Suami di Penjara, Tengah Malam Pelesiran ke Rumah Pria Lain, Akhirnya Digerebek Warga

Ternyata Selain Diarak Tanpa Baju, Perempuan yang Dituduh Mesum juga Dinikahkan

Kabar Jaksa Pinangki Operasi Hidung di Amerika, Ternyata Segini Lho Biayanya