Apa Kabar Harun Masiku? Refly Harun Sebut Kasus Politisi PDIP Itu Lebih Bahaya Ketimbang Djoko Tjandra

Kasus suap Komisioner KPU yang diduga melibatkan Harun Masiku
Pria yang diduga Harun Masiku melintas di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB. | Foto NET/Tempo.co

Apa Kabar Harun Masiku? Refly Harun Sebut Kasus Politisi PDIP Itu Lebih Bahaya Ketimbang Djoko Tjandra

DotBerita | Jakarta – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku yang terlibat kasus dugaan suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, hingga kini belum juga berhasil ditangkap. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, menilai kasus Harun Masiku itu jauh lebih berbahaya ketimbang kasus Djoko Tjandra.

Melansir Suara.com, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi soal ditangkapnya buronan kasus hak tagih (cessie) bank bali, Djoko Tjandra.

Namun, ia menganggap kasus Djoko Tjandra tersebut belum seberapa besar dibandingkan dengan kasus Harun Masiku.

Refly menilai kasus suap Pemilu politisi PDIP tersebut lebih berbahaya dibandingkan skandal Djoko Tjandra. Pasalnya kasus Harun Masiku berkaitan dengan Pemilu, demokrasi dan konstitusi.

“Kalau bicara demokrasi dan konstitusi, election, Harun Masiku lebih berbahaya daripada Djoko Tjandra,” ujar Refly di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/7/2020).

Kasus Harun Masiku dinilainya lebih berbahaya, sebab berhubungan dengan integritas penyelenggaraan pemilu. Pasalnya, publik dibuat menduga-duga akan adanya kasus serupa yang terjadi pada politisi lain.

“Tanda tanya kepada integritas pemilu. termasuk penyelenggara pemilu. Orang akan bertanya, jangan-jangan banyak yang lobi-lobi, yang tadinya tidak jadi, malah menjadi. Ini kan gawat,” jelasnya.

Disebutkan Refly, kasus ini menjadi evaluasi untuk para penyelenggara. Meski kasusnya tak seberapa secara nilai kerugian negara, partai penguasa dinilai dapat melakukan tindakan yang melanggar aturan.

“Karena kasus Harun Masiku ini kan terkait dengan ruling party, jadi kasusnya kecil. Jadi kalau melibatkan orang besar, walau kasus kecil itu akan mencoreng arang di muka,” ujarnya. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca