Bebas Tiga Bulan Lalu, Warga Julok Ini Kembali Diciduk karena Miliki 72,62 Gram Sabu

Dari penangkapan terhadap AL, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 13 paket sabu dengan berbagai ukuran dengan berat kotor 72,62 gram dan satu timbangan digital.
Bebas Tiga Bulan Lalu, AL Kembali Diciduk karena Miliki 72,62 Gram Sabu
AL yang baru sekitar tiga bulan bebas, kembali ditangkap atas dugaan kepemilikan sabu seberat 72,62 gram

Bebas Tiga Bulan Lalu, AL Kembali Diciduk karena Miliki 72,62 Gram Sabu

DotBerita | Idi – Seorang residivis kasus narkoba, AL (50 tahun) kembali diciduk petugas kepolisian setelah kedapatan menyimpan sabu sebesar 72,62 gram.

Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Aceh Timur menangkap warga Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur itu pada Kamis, (03/09/2020) dini hari.

Dari penangkapan terhadap AL, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 13 paket sabu dengan berbagai ukuran dengan berat kotor 72,62 gram dan satu timbangan digital.

Paur Humas Polres Aceh Timur Bripka Kamil, dalam keterangannya Jum’at (04/09/2020) menjelaskan, pengungkapan bermula saat anggota opsnal Satrenarkoba Polres Aceh Timur memperoleh informasi dari masyarakat tentang aktifitas pelaku.

Pelaku yang baru keluar dari penjara baru tiga bulan karena kasus yang sama, dicurigai oleh warga setempat kembali mengedarkan narkotika jenis sabu.

BACA JUGA:

Berbekal informasi tersebut, anggota kemudian melakukan penyelidikan terhadap pelaku di rumahnya.

Benar saja, dari penggeledahan di rumah pelaku, petugas berhasil menemukan barang bukti sabu dengan berat sekitar 72,62 gram.

Awalnya, pelaku yang kebetulan berada di rumah menyadari kedatangan petugas langsung membuang satu buah kaleng persegi panjang berisi dua bungkus plastik bening berisi kristal putih narkotika jenis sabu.

Petugas pun langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Pelaku tidak mengelak dan mengakui bahwa barang tersebut adalah miliknya.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti BB digiring ke Mapolres Aceh Timur untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 144 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara 20 tahun penjara. (*)