Begini Kisah Mantan Istri Caisar YKS, Dipanggil ‘Batman’ Demi Jalankan Sunah Nabi

Jakarta (dotberita) РCadar merupakan penutup bagian wajah (bagi wanita) yang dalam bahasa Arab artinya Niqab. Pelengkap pakaian yang biasa dipakai wanita di negara-negara Arab sekitar Teluk Persia seperti Arab Saudi, Yaman, Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab. Jenis pakaian ini juga biasa di Pakistan.

Caisar YKS dan Indadari saat masih bersama

Cadar kini juga mulai banyak dipakai wanita di Indonesia. Bahkan mereka yang bercadar juga memiliki komunitas yang aktif melakukan pertemuan untuk mengaji atau berbagi inspirasi lainnya. Indadari menjadi salah satu wanita yang mendirikan komunitas untuk wanita bercadar itu.

Perjalanan Indadari dengan cadar sendiri dimulai sejak 2014. Dia memutuskan memakai niqab setelah mengetahui lebih banyak soal hukum dari mengenakan pakaian tersebut.

“Begitu tahu bahwa memakai niqab hukum sunnah, lalu saya mengambil arti bahwa yang kalau dilakukan berpahala, kalau ditinggalkan itu rugi dan saya saya berpikir ketika saya pakai cadar setiap detik, ketika beraktivitas kan lumayan bisa menambah pahala saya dan mengurangi dosa-dosa,” kata pendiri komunitas Niqab Squad itu saat berbincang dengan Wolipop di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (5/11/2019).

Indadari mengaku saat awal memakai niqab ia mengalami beberapa kesulitan. Mulai belum terbiasa makan dengan memakai cadar hingga sempat diragukan oleh keluarganya.

“Makan aja susah dan masih penyesuaian karena tadinya kan nggak bercadar. Keluarga juga sempat nanyain nanti susah lho kalau ini itu, nanti disangka teroris,” katanya.

Pada saat itu, wanita yang akrab disapa Inda tersebut berusaha meyakinkan keluarganya bahwa apa yang dilakukannya ini sesuai dengan syariat dari Nabi Muhammad SAW. Dia memberikan pengertian pada keluarga, tidak mungkin Allah dan Nabi Muhammad SAW membahayakan umatnya melalui syariatnya. “Alhamdulillah semuanya bisa menerima dan lancar,” ujar wanita yang pernah menikah dengan komedian Caisar dan dikaruniai seorang anak itu.

Saat baru memakai cadar, Inda melakukan berbagai adaptasi. Awalnya dia belum konsisten bercadar. Setelah setiap hari mencoba, akhirnya dia merasa tidak nyaman jika keluar rumah tidak mengenakan sehelai kain penutup sebagian wajah itu.

“Sampai lama-lama kalau nggak pakai nggak enak dan sudah menjadi kebutuhan. Dan merasa ketika pakai cadar menjadi lebih terlindungi,” ucapnya.

Keinginan bulat Indadari untuk memakai cadar tak semulus yang ia harapkan. Dia kerap mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang yang melihat penampilan barunya.

“Saya pernah saat pakai cadar diteriakin ‘woy setan’, anak kecil yang bilang. Dan kalau boncengan naik motor dibilang ‘batman!!!!’ karena saya kan hitam-hitamm” kenangnya sambil tertawa.

Indah menambahkan, ketika kasus bom mencuat di tanah air, wanita bercadar seperti dirinya pun menjadi sorotan publik. Pernah saat Inda berbelanja di minimarket, sekelilingnya menatapnya dengan tatapan yang aneh.

“Saya pernah masuk ke minimarket lalu orang-orang ngeliatin saya kayak gitu banget. Dan saya menyapa dan mereka sambil bingung. Saya berusaha lebih ramah. Karena ketika seseorang yang memakai cadar dia harus berusaha dua kali lebih ramah daripada yang berhijab,” tuturnya.

redaksi dbcom
Penulis yang membaca