Begini Tumpukan Uang Rp56 Milar Hasil Kejahatan COVID-19

Tumpukan uang itu dikemas dengan lapisan plastik bening, dan diberi keterangan berupa tulisan 'Barang Bukti Rp56,8 milyar'.
Begini Tumpukan Uang Rp56 Milar Hasil Kejahatan Sindikat COVID-19
Tumpukan uang setara dengan Rp56,8 miliar hasil sitaan dari komplotan penipu terkait pembelanjaan ventilator dan monitor COVID-19. | Foto: detikcom

Begini Tumpukan Uang Rp56 Milar Hasil Kejahatan Sindikat COVID-19

DotBerita | Jakarta – Tumpukan uang sebanyak EUR 3,6 juta atau setara dengan Rp56,8 milliar dipamerkan di halaman Gedung Bareskrim Polri, Senin (7/9/2020). Uang tersebut merupakan hasil sitaan dari komplotan penipu terkait pembelanjaan ventilator dan monitor COVID-19, yang berhasil diungkap Bareskrim.

Total barang bukti yang berhasil disita dari sindikat internasional itu berjumlah EUR 3,6 juta atau setara dengan Rp56,8 milliar.

Tumpukan uang itu dikemas dengan lapisan plastik bening, dan diberi keterangan berupa tulisan ‘Barang Bukti Rp56,8 milyar’.

Uang tersebut merupakan hasil kejahatan pelaku penipuan. Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penipuan tersebut.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula saat perusahaan asal Italia yaitu Althea Italy dan perusahaan asal China yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait dengan peralatan medis ventilator dan monitor Covid-19.

Dalam prosesnya, telah terjadi beberapa kali transkasi pembayaran. Namun di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening.

Selanjutnya transaksi pembayar berubah ke rekening baru di salah satu bank di Indonesia.

“Interpol Indonesia kemudian mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia,” ujar Sigit dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri. Selanjutnya berdasarkan pengembangan, muncul dugaan adanya tindak pidana yang dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus Business Email Compromise(BEC) perusahaan Althea Italy.

Korban diketahui sudah melakukan transfer sebanyak tiga kali ke rekening salah satu bank di Indonesia senilai EUR 3,6 juta atau setara dengan Rp58,8 miliar.

“Atas kerja sama dari Interpol Italia, Interpol Indonesia, Bareskrim Polri dan dibantu rekan-rekan PPATK kita berhasil menangkap pelaku,” terang Sigit.

Tiga pelaku diamankan

Dijelaskan, tiga pelaku berhasil diamankan polisi yaitu masing-masing berisial SB, R dan TP.

Ketiganya ditangkap di daerah Bogor, Padang, dan Jakarta. Sedangkan satu orang lainnya, warga negara Asing (WNA) berinisial DM masih dalam pengejaran.

“Selain uang tunai barang bukti yang diamankan yaitu 2 unit mobil, aset tanah dan bangunan di Banten dan Sumatera serta dokumen perusahaan,” kata Kabareskrim. (*)

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA: