Bertambah, Senowara Jadi Imigran Rohingya Ketiga yang Meninggal, Keluhan Sama Sesak Nafas

Senowara juga dilaporkan mengalami keluhan yang sama seperti imigran Rohingya yang meninggal sebelumnya, yaitu sesak nafas.
Bertambah, Senowara Jadi Imigran Rohingya Ketiga yang Meninggal, Keluhan Sama Sesak Nafas
ILUSTRASI - Pengungsi muslim etnis Rohingya. | Foto NET

DotBerita | Lhokseumawe – Salah seorang pengungsi etnis Rohingya Senowara (19), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Kota Lhokseumawe, pada Jumat (11/9/2020) dini hari.

Ini menjadi yang ketiga sejak rombongan imigran asal Myanmar tersebut tiba di Lhokseumawe sekitar sepekan lalu. Senowara juga dilaporkan mengalami keluhan yang sama seperti imigran Rohingya yang meninggal sebelumnya, yaitu sesak nafas.

Juru bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe, Marzuki kepada wartawan di Lhokseumawe pada Jumat siang mengatakan, Senowara meninggal karena menderita penyakit sesak nafas dan demam tinggi.

Perempuan muslim etnis Rohingya itu meninggal sekitar pukul 02.00 WIB dini hari

“Iya, hari ini bertambah satu lagi pengungsi Rohingya meninggal dunia. Dengan demikian jumlah  pengungsi asal Mynamar yang meninggal dunia setelah lima hari mereka berada di Lhokseumawe menjadi tiga orang, ” kata Marzuki di Lhokseumawe, dikutip dari Antara.

“Dia (Senowara) sore kemarin mengeluh sakit sesak dan panas tinggi, sehingga petugas merujuk pemuda tersebut ke RSU Cut Meutia,”kata Marzuki.

Namun, kata Marzuki, pada saat masih dalam penanganan tim medis rumah sakit, pria Rohingya itu menghembuskan nafas terakhirnya.

“Senowara juga akan dimakamkan di TPU Kuta Blang Kota Lhokseumawe, sama seperti dua pengungsi  sebelumnya yang meninggal dunia,”katanya.

Marzuki menyebutkan bahwa saat masih ada empat pengungsi Rohingya yang masih dirawat di RSU Cut Meutia.

“Ada empat yang dirawat di rumah sakit, sebagian pengungsi Rohingya di penampungan sementara kondisi kesehatannya masih ada yang belum stabil namun tidak parah,”katanya.

Sementara itu, Sekdako Lhokseumawe T Adnan mengatakan terkait adanya pengungsi Rohingya yang meninggal, pemerintah kota akan mengupayakan untuk menjadikan satu ruangan di penampungan sementara sebagai ruang IGD.

“Kita akan buat satu ruangan untuk dijadikan ruang IGD, itu merupakan sebagai upaya dalam penanganan pengungsi Rohingya, agar tidak ada lagi pengungsi yang meninggal dunia,” kata T Adnan.

Dikatakannya, di ruangan IGD tersebut nantinya akan ada tempat tidur dan obat-obatan serta menyediakan perawat khusus untuk menangani pengungsi Rohingya.

“Semoga saja dengan upaya-upaya yang kita lakukan ini tidak ada lagi pengungsi yang meninggal dunia,”katanya. (*)