Cemburu, Pria Ini Bakar Istri Siri

Api cemburu membakar seorang pria di Sumenep hingga tega membakar istri sirinya yang dicurigai punya hubungan gelap dengan pria lain.
Cemburu, Pria Ini Bakar Istri Siri
Pelaku pembakar istri siri saat dimintai keterangan di kantor polisi | Foto: Ahmad Rahman via detikcom

DotBerita | Sumenep – Api cemburu membakar seorang pria di Sumenep hingga tega membakar istri sirinya yang dicurigai punya hubungan gelap dengan pria lain.

Pria itu adalah Ainur Rofiq (56) tega membakar istri sirinya, Siti Nurbaya (45), di Sumenep, seperti dilansir detikcom.

Aksi nekat Ainur Rofiq dilakukan karena cemburu mendengar kabar jika istrinya memiliki pria idaman lain (PIL).

“Tersangka ini merasa cemburu karena istrinya punya pria idaman lain,” kata Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip detikcom, Rabu (26/08/2020).

Baca Juga:

AKP Widiarti menjelaskan pelaku merupakan warga Lowok Waru, Kota Malang. Pelaku telah menikahi korban secara siri sejak lima tahun lalu.

Sementara peristiwa membakar istri siri yang dilakukan pelaku terjadi pada Minggu (23/8/2020) dini hari.

Korban dibakar di area dapur rumah korban di Jalan KH Mansur, Desa Pangarangan, Sumenep.

Kejadian itu sendiri bermula ketika pelaku mendatangi korban. Pelaku berangkat dari Malang untuk menemui korban di rumahnya pada Sabtu (22/8/2020) sore.

Keduanya pun mengobrol di dapur hingga akhirnya terjadi perselisihan.

Dalam obrolan tersebut, pelaku mengungkit dan menuduh istri sirinya mempunyai PIL.

Pelaku juga disebut memaksa korban memanggil laki-laki yang diduga selingkuhannya.

Baca Juga:

Namun, korban tidak menggubrisnya. Pelaku marah karena permintaannya tidak dituruti, pelaku pun akhirnya membakar istrinya itu.

“Tersangka nekat melakukan aksinya menyiramkan bensin ke tubuh istrinya lalu dibakar,” terang Widiarti.

Terhadap kasus tersebut, polisi telah melakukan pengungkapan.

Berdasarkan pengungkapan polisi, sejumlah barang bukti yakni dua botol bensin hingga wadah botol bekas bensin yang dipakai pelaku menyiram korban berhasil diamankan.

Polisi menjerat pelaku menggunakan pasal 351 ayat 1 dan 2 subs 353 ayat 1 dan 2 subs 355 ayat 1 KUHP terkait tindak pidana penganiayaan didahului dengan perencanaan yang menyebabkan luka berat. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca