Depresi, Pasien Covid-19 di Surabaya Loncat dari Lantai 6 RS

India negara tertinggi ketiga yang warganya terinfeksi virus corona
Ilustrasi - Pasien positif virus corona di India dalam tiga pekan terakhir mengalami peningkatan drastis hingga mencapai dua juta kasus. | Foto: AP/Jean-Francois Badias

Depresi, Pasien Covid-19 di Surabaya Loncat dari Lantai 6 RS

DotBerita | Surabaya – Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Surabaya dilaporkan melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari ketinggian lantai 6 sebuah Rumah Sakit Umum (RSU) di kota setempat, Kamis (30/7/2020).

Pasien yang diketahui berinsial MS (43 tahun) merupakan warga di kawasan Semampir Kota Surabaya, Jawa Timur.

Korban diduga mengalami depresi akibat terinfeksi virus Corona. Lalu nekat melakukan bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 6 saat dirawat di RSU Haji Surabaya.

Melansir Antara, Kasubag Humas RSU Haji Surabaya, Sukolilo Djati Setyo Putro mengatakan, kejadian berawal dari pasien semula ditempatkan di ruang isolasi lantai 6 gedung Al Aqso RSU Haji setelah dinyatakan positif terkena COVID-19 pada Rabu (30/8) malam.

“Selama perawatan, kami sudah melakukan SOP yang ada. Pasien saat di ruangan juga selalu dipantau,” kata Sukolilo Djati.

Sukolilo Djati menambahkan, pasien tersebut baru satu hari menjalani perawatan di RSU Haji Surabaya.

“Pagi masuk, malam diisolasi, dan paginya (ditemukan) meninggal,” jelas dia.

Kasubag Humas RSU Haji Surabaya menurut, pada Rabu (29/7) malam, pasien tersebut terkadang melepas maskernya dengan alasan tidak bisa bernafas.

Namun, perawat RSU Haji Surabaya senantiasa mengingatkan agar pasien tetap memakai maskernya.

Kebetulan saat kejadian, lanjut Djati, petugas perawat yang berjaga malam berjumlah lima orang. Kemudian pada Kamis pagi menjelang mau bunuh diri, dua perawat meninggalkan ruangan isolasi karena untuk menjalankan shalat subuh bergantian.

Setelah dilakukan cek di ruangan, pasien sudah tidak ada di tempat. Bahkan dicari di kamar mandi dan ruangan tidak ada.

Kemudian, kata dia melanjutkan, pada sekira pukul 05.23 WIB, pasien diketahui sudah tergeletak di lantai bawah. Saat itu yang mengetahui adalah petugas Satpol PP.

“Dia bunuh diri, pasien loncat melalui jendela. Kemungkinan pasien depresi akibat terkena corona,” kata Sukolilo Djati Setyo Putro.

Mendapati hal itu, jelas Kasubag Humas RSU Haji Surabaya, jenazah pasien langsung dibawa oleh pihak kepolisian ke kamar mayat untuk dilakukan otopsi di RSUD Soetomo. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca