Dukun Cabul yang Masukkan Telur ke Kemaluan Diburu Polisi, Ini Sebabnya

Aksi dukun cabul berinsial AR di Bondowoso terkuak
Ilustrasi - Dukun cabul berinsial AR di Bondowoso yang memasukkan telur ke kemaluan pasiennya diburu polisi. | Foto NET

Dukun Cabul yang Masukkan Telur ke Kemaluan Diburu Polisi, Ini Sebabnya

DotBerita | Bondowoso – Ritual aneh seorang dukun cabul berinsial AR di Bondowoso terkuak. Seorang pasien mengungkap perlakuan sang dukun yang memintanya telanjang dan disetubuhi. Kini, sang dukun diburu polisi.

Kemaluan pasien itu, oleh sang dukun, juga sempat dimasukkan telur. Namun sebelum ditangkap, AR melarikan diri.

Polisi masih memburu AR (40), pria yang disebut dukun cabul asal Bondowoso, Jawa Timur.

Berdasarkan gelar perkara, polisi mendapatkan 2 alat bukti. Penyelidikan dinaikkan statusnya, pelaku yang belum ditangkap kini jadi tersangka.

Sebelumnya diberitakan melansir detikcom, seorang dukun cabul berinisial AR, warga Bondowoso, dipolisikan pasiennya. Pria 40 tahun itu diduga melakukan tindakan asusila terhadap sang pasien.

Aksi yang dilakukan sang dukun di dalam kamar hotel kawasan Pasir Putih Kecamatan Bungatan itu tak hanya sebatas meminta pasiennya telanjang dan disetubuhi saja.

Pasien wanita 30 tahun juga melaporkan telah diperlakukan tak senonoh oleh sang dukun.

Sang dukun berdalih untuk pengobatan asam lambung yang diderita pasien, ke dalam kemaluan korban yang juga warga Bondowoso, sempat dimasukkan telur.

Berikutnya, pelaku meminta korban agar mengeluarkan telur itu. Namun tangan pelaku juga ikut membantu. Kini kasus dukun cabul ini dalam penyelidikan polisi.

Aksi aneh dan tergolong bejat yang dilakukan sang dukun terbongkar setelah seorang warga Bondowoso melapor ke polisi karena jadi korban pelecehan dukun cabul modus memasukkan telur ke kemaluan.

Ternyata, kejadian serupa juga dialami sejumlah perempuan lainnya yang jadi korban.

Hanya saja, metode dan sarana yang dilakukan dukun tersebut berbeda dalam prosesi pengobatan. Namun, tujuan si dukun cabul sama, melakukan pelecehan seksual pada pasiennya.

“Kalau saya, dia pakai jeruk nipis. Jeruk itu lalu ditaruh di pusar. Tapi sama, disuruh melepas pakaian. Cuma tersisa bra dan CD,” tutur seorang korban, warga Tamanan, Bondowoso, kepada detikcom di rumahnya, Sabtu (1/8/2020). (*)

Baca Juga: