Gegara Ditagih Utang Rp500 Juta, Anak Bupati Ini Nekad Tembak Rekannya Sendiri

Irfan Nur Alam. (Foto: Tangkapan layar setda.majalengkakab.go.id/detikcom)

Ada-ada saja perangai manusia zaman sekarang, hanya gara-gara ditagih utang, di mana mestinya merupakan kewajiban yang harus dilunasi, eh malah nekad menembak.

(DotBeritaCom) – Polisi telah mengumpulkan Irfan Nur Alam, PNS yang juga anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, sebagai tersangka. Irfan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan terhadap seorang kontraktor.

“IN (Irfan Nur Alam) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangkanya sejak Rabu kemarin,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko untuk pembicaraan saat dihubungi, Kamis (14/11/2019).

Truno mengatakan Irfan ditentukan sebagai tersangka atas aksi penembakan dan kepemilikan senjata api. Polisi menjerat Irfan dengan Pasal 170 KUHP juncto UU No 12 Tahun 1951 tentang Penyelamatan Senjata Api. “Penerapan pasalnya berdasarkan Pasal 170 KUHP juncto UU Darurat 1951, seperti itu,” kata dia.

Insiden penembakan itu terjadi di Ruko Hana Sakura, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (10/11) malam. Korban Panji Pamungkasandi mencoba menagih utang proyek untuk Irfan sebesar Rp 500 juta.

Setelah proses penagihan, Irfan, yang juga merupakan pejabat di Pemkab Majalengka, mengeluarkan senjata api dan menembak korban hingga terluka. [detikcom/dir/tro]

redaksi dbcom
Penulis yang membaca