Geger Video Bidan Live Bugil di Boom Live, Ternyata Ini Sebabnya

Seorang oknum bidan melakukan aksi yang menggemparkan. Ia nekad live bugil di sebuah aplikasi media sosial tengah pekan ini.
Geger Bidan Live Bugil
Geger Video Bidan Live Bugil di Boom Live, Ternyata Ini Sebabnya

DotBerita | Jakarta – Peristiwa heboh kembali terulang di jagad maya. Seorang oknum bidan melakukan aksi yang menggemparkan. Ia nekad live bugil di sebuah aplikasi media sosial tengah pekan ini.

Kini, akibat aksinya ia pun terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum.

Oknum bidan berinisial AWM (23 tahun) berstatus honorer itu disebut punya motif ke arah ekonomi.

Seperti dilansir dari detikcom, oknum bidan berinisial AWM (23) live bugil di media sosial. Bidan itu akhirnya berurusan dengan Satuan Reskrim Polres Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kalau pekerjaan sesuai keterangan seperti itu (bidan). Jadi sementara, karena sudah heboh, kami lakukan langkah cek, panggil, untuk dimintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kurniawi kepada detikcom, Rabu (26/8/2020).

Kurniawi tak menjelaskan detail di mana bidan tersebut bertugas. Meski demikian, dia mengatakan bidan itu berstatus honorer.

“Dia masih honor, kami tidak tahu dan tidak sampai ke sana (apakah dipecat),” terang dia.

AWM saat diperiksa mengakui video itu adalah dirinya dan dilakukan hanya untuk meraup rupiah lewat aplikasi Boom Live.

Puluhan juta

Meskipun AWM telah diperiksa, Kurniawi tidak menyebut secara rinci berapa uang yang diraup bidan AWM. Sebab, dengan aksi bugil atau semibugil itulah sang bidan mendapat banyak penonton.

“Saat ini memang masih saksi, belum kami tingkatkan status. Ini kami mengumpulkan bukti-bukti. Kami ambil keterangan untuk diperiksa.” katanya.

“Menurut keterangan begitu (raup puluhan juta rupiah dari video bugil), ya itu masih didalami. Hasil keterangan dia memang video yang beredar (bugil) itu video dia. Itu dilakukan untuk mendapatkan itu tadi (uang),” jelas Kurniawi.

Polisi menduga aksi tersebut sudah tiga kali dilakukan AWM. Menurut Kurniawi, uang tersebut bakal dibayarkan ke rekening aplikasi yang dimiliki AWM.

Proses pembayaran, katanya, mirip dengan yang cara pembayaran untuk YouTuber.

“Hasil pemeriksaan kegiatan sudah lebih dari tiga kali live. Itu melalui akun punya dia sendiri, kalau Boom Live terbuka untuk umum, bisa semua lihat yang punya akun, internasional juga. Pembayaran dapat dari aplikasi itu, sama seperti kita YouTuber. Bayar dari rekening lewat aplikasinya,” sebut Kurniawi.

Polisi juga saat itu belum mendapatkan keterangan AWM secara detail karena pelaku mengalami depresi setelah aksinya viral dan berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Masih saksi, belum secara rinci berapa dia dapat (uang) karena ini dia depresi dan kami nggak periksa dia terlalu dalam terkait itu. Ya kan ini heboh, jadi tidak bisa dia kasih keterangan banyak. Nanti pelan-pelan kita gali keterangannya,” ucap Kurniawi.

Terkait kasus itu, Kurniawi mengaku terus mengumpulkan alat bukti. Jika buktinya sudah lengkap, AWM bakal dijerat UU ITE.

“Dia itu warga Lahat, orangnya benar dan juga mengakui. Untuk yang bersangkutan masih UU ITE yang kami pakai. Diperiksa sudah dua hari lalu sebagai saksi,” ujar dia.

Pada Kamis (27/8), polisi menyampaikan perkembangan kasus ini, di mana penyidik telah menyita dua ponsel pintar AWM untuk diselidiki. Selain ponsel, Kurniawi menyebut penyidik menyita akun Boom Live yang dipakai AWM.

“Masih pemeriksaan mendalam, sudah ada dua HP yang kita amankan. HP ini yang AWM pakai untuk live. Akun juga (disita). Ini ada beberapa video yang sudah tersebar di medsos, YouTube, dan kita teliti terkait saksi,” kata dia.

Ditutup

Karena geger kasus ini, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan penutupan aplikasi Boom Live tersebut dilakukan agar di masa depan tidak terjadi lagi tayangan negatif, yaitu streaming pornografi.

“Kita tutup dulu untuk menghindari hal serupa terjadi lagi. Pastinya, mereka akan kita panggil,” ujar Semuel.

Adapun penutupan aplikasi Boom Live ini masih bersifat sementara alias bisa dibuka kembali setelah platform tersebut dipastikan telah mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia, khususnya soal konten streaming.

“Ya, sampai mereka bisa memastikan tidak akan ada lagi hal-hal seperti ini terjadi,” ujarnya.

Namun hingga Jumat (28/8) siang, aplikasi Boom Live ternyata masih bisa diakses. detikcom mencoba mengakses aplikasi yang katanya sudah ditutup Kominfo pukul 11.20 WIB.

Saat itu, Boom Live ternyata masih bisa diakses, baik di-download di PlayStore maupun live di akun tersebut.

“Platform ini menganjurkan siaran konten sehat. Jika terjadi kekerasan, pornografi, konten tidak sehat selama live, akun akan diblokir,” tulis Boom Live ketika melakukan live streaming seperti dilihat.

Tanggapan Boom Live

Pihak aplikasi pun angkat bicara terkait geger kasus bidan live bugil tersebut. Seperti dilihat detikcom di aplikasi Boom Live pukul 13.30 WIB kemarin, di halaman utama terlampir ‘Klarifikasi Laporan Media Boom Live’.

Dalam klarifikasinya, Boom Live memberi penjelasan terkait kasus bidan AWM (23). Boom Live mengatakan sudah menerima laporan tentang wanita yang diduga live bugil di platform mereka.

“Perusahaan telah melakukan penyelidikan komprehensif terhadap laporan terkait,” tulis Boom Live.

Pihak perusahaan mengatakan produk live streaming mereka dioperasikan secara legal. Mereka juga mengaku berkomitmen menerapkan konten sehat dalam live streaming di Boom Live.

“Perusahaan akan terus mematuhi sistem sensor yang ketat dan mengawasi konten langsung dari setiap host dengan standar tinggi dan persyaratan ketat,” tulis Boom Live. (*) Sumber: detikcom


Baca Artikel Selanjutnya:

redaksi dbcom
Penulis yang membaca