Guru Cabul Ini Ngaku 10 Kali Setubuhi Remaja 16 Tahun, Terbongkar Gegara Ranjang Jebol

Setelah terungkap, terduga pelaku mengaku telah sebanyak 10 kali melakukan persetubuhan dengan korban.
Guru Cabul Ini 10 Kali Setubuhi Remaja, Terbongkar Gegara Ranjang Jebol
ILUSTRASI

DotBerita | Jambi – Seorang oknum guru berinsial A (31 tahun) dilaporkan ke polisi karena dugaan melakukan perbuatan cabul terhadap seorang gadis remaja berinisial M (16 tahun). Orang tua pelaku sempat curiga ranjang anaknya yang jebol.

Setelah terungkap, terduga pelaku mengakui telah sebanyak 10 kali melakukan persetubuhan dengan korban.

Atas aksi pencabulan yang diduga dilakukannya terhadap anak di bawah umur, A pun telah diamankan pihak kepolisian.

Namun sebelumnya, oknum guru itu disebut sudah sempat hendak menikahi korban. Hal itu kemudian terbentur kendala uang pemberian.

BACA JUGA:

Ad, orang tua terduga pelaku, kepada wartawan, menuturkan, awalnya kedua belah pihak keluarga punya kesepakatan untuk menikahkan pelaku dan korban, dengan pemberian uang Rp 25 juta.

Namun hal yang semula disepakati tiba-tiba berubah, karena orang tua korban meminta uang pemberian sebesar Rp100 juta.  

“Saya sudah ke rumah keluarga korban bersama anak saya. Waktu itu sepakat mau nikah. Malam itu kesepakatan Rp25 juta saya sanggupi. Tapi pas paginya berubah, keluarganya minta Rp 100 juta. Kita tidak mampu,” ujar Ad melansir Metrojambi.comkemarin.

Ad mengatakan dirinya awalnya tak mengetahui soal korban sempat tinggal bersama anaknya di Betara.

Meski beberapa kali mengunjungi kediaman anaknya, namun dia tidak sekali pun bertemu dengan korban.

Keberadaan korban M di rumah anaknya baru diketahui setelah istrinya datang berkunjung.

Ranjang jebol

Meski begitu, dia mengaku sempat curiga saat menemukan tempat tidur di rumah anaknya dalam keadaan rusak.

Bahkan ia sempat akan memperbaikinya, tetapi dilarang pelaku.

Keberadaan korban M di rumah anaknya baru diketahui setelah istrinya datang berkunjung. Hal itu kemudian langsung mengabari dirinya perihal keberadaan korban di rumah anaknya.

Setelahnya, Ad dan istri langsung membawa M dan anaknya ke rumah untuk mencari tahu mengapa tinggal serumah padahal bukan suami istri.

BACA JUGA:

Dijelaskan Ad, saat itu korban sempat menolak ketika ia meminta menghubungi keluarganya. Selama tinggal bersama pelaku, HP korban juga selalu dimatikan.

Setelah beberapa kali didesak, korban M akhirnya bersedia menghidupkan ponselnya dan menghubungi orang tuanya.

Keesokan harinya, setelah diberikan ongkos, korban M diantar pelaku menunggu angkutan untuk pulang ke Palembang.

Akui 10 kali

Pasca terungkap, A kepada wartawan mengakui segala perbuatannya itu ke aparat kepolisian.

Warga Betara, Kabupaten Tanjabbar itu pun mengaku telah 10 kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban.

Menurut A, hubungan terlarang itu dilakukan atas dasar sama-sama mau.

Perbuatan A bermula ketika dia secara sengaja menjemput korban ke Jambi.

Korban M lalu dibawa ke Betara dan sempat tinggal selama 20 hari bersamanya di sebuah rumah di kawasan jalan lintas Jambi-Kualatungkal.

Setelah aksinya terbongkar, A harus meringkuk di balik jeruji besi. A pun terancam pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur. (*)


Baca Artikel Selanjutnya: