Heboh Mayat Perempuan Tanpa Busana di Semak-semak, Ternyata Dibunuh Suami Sendiri

Peristiwa pembunuhan terjadi di Komplek BTN Melati, Jalan Adelia, Kelurahan Naram Kecamatan Singkawang Utara, Senin (31/8) pukul 11.15 WIB.
Heboh Mayat Perempuan Tanpa Busana di Semak-semak, Ternyata Dibunuh Suami Sendiri
ILUSTRASI - Pembunuhan. | Foto NET

DotBerita | Singkawang – Prahara rumah tangga menyulut emosi seorang suami berinisial DP di Singkawang, Kalimantan Barat. Hanya karena kesal diomeli ia tega membunuh istrinya sendiri dan dibuang ke semak-semak dalam keadaan tanpa busana.

Sejak ditemukannya mayat korban, polisi langsung melakukan identifikasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa korban meninggal karena penganiayaan.

“Sesosok mayat wanita ini ditemukan warga di semak – semak belakang Kompleks BTN Melati. Berdasarkan olah TKP, dan kondisi mayat yang ditemukan, kami simpulkan ini bukan penemuan mayat karena kecelakaan namun akibat penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi di Mapolres Singkawang, seperti dikutip detikcom, Selasa (1/9/2020).

Peristiwa pembunuhan terjadi di Komplek BTN Melati, Jalan Adelia, Kelurahan Naram Kecamatan Singkawang Utara, Senin (31/8) pukul 11.15 WIB.

BACA JUGA:

Mayat tersebut ditemukan warga dalam kondisi tanpa busana.

“Saat ditemukan, mayat korban tanpa busana dengan posisi telungkup terutama pada tubuh bagian bawah, berkelamin perempuan, usia diperkirakan 25 sampai 30 tahun, serta terdapat luka yang diduga luka tusuk benda tajam dirusuk sebelah kiri, luka sayat memotong dileher,” ungkapnya.

Polisi pun melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil di tangkap pagi tadi. Setelah diintrogasi, pelaku mengaku sakit hati kepada korban lantaran sering dicaci maki.

“Pelaku merasa sakit hati, dan sering dicaci maki oleh korban. Dugaan ada unsur perencanaan karena pelaku sudah membawa senjata tajam yang dibawa saat dari rumah keluarga tersangka,” tegasnya.

Untuk menghilangkan jejaknya, pelaku pun sengaja membuat pembunuhan tersebut seperti pemerkosaan.

“Saat dilakukan visum, tidak ada mengarah adanya terjadi hubungan seksual sehingga diuji kembali mengenai kemungkinan motif-motif yang timbul,” tutur Kapolres.

Terhadap pelaku, polisi menjerat menggunakan pasal pembunuhan berencana dengan pasal 340 KUHP subsidier 338 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (*)

Baca Artikel Selanjutnya: