IDI Ungkap Insentif Tenaga Medis COVID-19 Aceh Belum Dibayar Pemerintah

Dari total tenaga medis itu, 800 hingga 1000 orang di antaranya berstatus sebagai dokter.
Soal Insentif Tenaga Medis Belum Dibayar Pemerintah, Direktur RSUZA: Ada yang Sudah
Ilustrasi - Tenaga medis Covid-19. | Foto: SHUTTERSTOCK

IDI Ungkap Insentif Tenaga Medis COVID-19 Aceh Belum Dibayar Pemerintah

DotBerita | Banda Aceh – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh mengungkap tenaga medis yang selama ini terlibat menangani pasien COVID-19 di Aceh belum memperoleh bayaran insentif dari pemerintah. Dari total tenaga medis itu, 800 hingga 1000 orang di antaranya berstatus sebagai dokter.

“Yang tenaga medis seperti dokter, perawat, itu masih belum ada pencairan untuk Aceh,” ujar Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman di Kota Banda Aceh, dikutip dari Antara, Jumat (11/9/2020).

Disebutkan, tenaga kesehatan bertugas menangani COVID-19 yang telah menerima insentif dari Kementerian Kesehatan RI hanya Peserta Program Dokter Spesialis (PPDS).

Sedangkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain belum menerimanya.

BACA JUGA: Ditransfer Langsung ke Rekening, Ini Besaran Insentif Covid-19 Dokter Spesial, Dokter Umum dan Tenaga Kesehatan

“Mereka (PPDS) sudah mendapatkan insentif untuk lima sampai enam bulan. Yang dokter, perawat, dan tenaga medis lain yang membantu penanganan COVID-19 itu belum,” katanya.

Dana insentif COVID-19 bersumber dari pemerintah pusat. Safrizal menjelaskan terdapat beberapa daerah di luar Aceh, pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota mengambil kebijakan untuk menalangi terlebih dahulu dana insentif tersebut. 

“Artinya mereka (pemerintah daerah) memberikan insentif kepada para tenaga medisnya, dan mengatakan nanti seandainya yang dari pusat turun (cair) maka itu dikembalikan,” katanya.

“Insentif ini hanya boleh satu dari pemerintah pusat, tidak boleh double, tapi dari pemerintah pusat belum cair,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: Tenaga Kesehatan Kabupaten Ini Terima Insentif Covid-19 Rp3,9 Miliar 

Menurutnya, dokter di daerah Tanah Rencong sekitar 3.500 orang, dan yang bergelut sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19 di Aceh hanya sekitar 800 hingga 1.000 dokter. Belum lagi perawat dan tenaga medis lainnya.

Selama ini, kata Safrizal, tenaga medis di Aceh hanya mendapatkan buah tangan dari Pemprov berupa sembako dan sejenisnya, tetapi belum insentif berupa dana.

Namun, IDI Aceh menyerahkan sepenuhnya proses pencairan itu kepada pemerintah.

BACA JUGA: Berkah Corona bagi Tenaga Medis, Kemenkes Siapkan Insentif Rp1,9 T

“Kita berfikir proses audit dan segala macam ini yang butuh waktu. Tidak serta merta begitu diusulkan langsung dikeluarkan. Tapi benar atau tidak (datanya), karena (insentif) ini bagi mereka yang menangani COVID-19, tidak untuk semua tenaga medis,” ujarnya. (Antara/*)