Indra Budiman dan Sai Ngo Ng, Dua Buron Kakap Kasus Penipuan dan Korupsi Ditangkap di AS

Indra Budiman, buronan kasus penipu ratusan miliar dan Sai Ngo Ng, buronan kasus korupsi kredit fiktif
Ilustrasi - Dua Buron kelas kakap kasus penipuan dan korupsi ditangkap di AS. | Foto: detikcom

Indra Budiman dan Sai Ngo Ng, Dua Buron Kakap Kasus Penipuan dan Korupsi Ditangkap di AS

DotBerita | Jakarta – Indra Budiman dan Sai Ngo Ng, dua buronan kelas kakap Indonesia ditangkap di Amerika Serikat (AS).

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengungkap kedua buron tersebut merupakan tokoh penipu ratusan miliar dan pelaku korupsi .

Melansir detikcom, Indra Budiman merupakan tersangka kasus penipuan dan pencucian uang Condotel Swiss Bell, Bali pada tahun 2015 lalu.

Sementara Sai Ngo Ng merupakan tersangka kasus korupsi pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim cabang Woltermongonsidi, Jakarta Selatan.

“Kasus Indra Budiman adalah kasus penipuan dan money laundering terkait penjualan Condotel (Condominium Hotel) Swiss-Bell di Kuta Bali,” kata Neta dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).

Neta menyebutkan, terkait kasus Indra Budiman, seorang bernama Christopher Andreas Lie telah ditangkap Subdit Fiskal Moneter dan Devisa Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Mei 2015.

Indra Budiman dan Christopher diketahui menipu 1.157 orang dengan kerugian Rp 800 miliar.

Neta menyebut, pelaku dan rekannya, Indra Budiman, melakukan penipuan dengan membuat perusahaan konsultan properti yang menjual apartemen dan condotel dengan harga Rp 1 miliar lebih. Ada 12 properti yang mereka jual.

PT Royal Premier Internasional bentukan keduanya menawarkan properti dikemas dengan program investasi emas dan asuransi.

“Iming-iming yang dilancarkan adalah balik modal di tahun ke-10 hingga ke-15. Nasabah juga mereka janjikan keuntungan, cash back sebesar 2 persen, dan mendapatkan hadiah kendaraan mewah,” kata Neta

“Dalam kasus ini, Christopher melakukan kontrak pembelian dengan developer atas nama korban, namun tidak membayarkan uang customer sepenuhnya,” tambahnya.

Lebih 1.000 orang jadi korban

Neta mengatakan seribu lebih korban tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Dia mengatakan uang korban digunakan untuk trading dan investasi hingga untuk membeli rumah, tanah, dan kendaraan pribadi.

“Saat Christofer tertangkap, Indra berhasil kabur ke Korea Selatan dan kemudian ke AS hingga tertangkap,” ujarnya.

Sementara itu, kasus buron Sai Ngo Ng terjadi pada Mei. Dia terlibat kasus korupsi.

Neta menjelaskan, Sai Ngo Ng terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR (kredit usaha rakyat) fiktif ke Bank Jatim cabang Woltermonginsidi Jakarta.

“Kedua kasus itu terjadi pada Mei 2015,” tandas Neta. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca