Ini Perintah Kapolri kepada Jajaran Kepolisian Usai Gedung Kejagung Terbakar

Surat telegram tersebut bernomor STR/507/VII/PAM.3/2020 tanggal 24 Agustus 2020.
Ini Perintah Kapolri bagi Jajaran Kepolisian Usai Gedung Kejagung Terbakar
Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram berisi perintah antisipasi dan pengamanan usai kebakaran gedung Kejagung beberapa hari lalu. | Foto NET

DotBerita | Jakarta – Usai kebakaran hebat menimpa gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Sabtu (22/8/2020) malam lalu. Kapolri Jendeal Idham Azis mengeluarkan perintah peningkatan pengamanan dan antisipasi ditujukan bagi seluruh jajaran kepolisian.

Perintah Kapolri Jenderal Idham Azis ini dituangkan dalam surat telegram tentang upaya pengamanan dan pencegahan kebakaran di setiap markas kepolisian di seluruh Indonesia.

Perintah yang diterbitkan Jenderal Idham Azis menyusul adanya kebakaran yang menghanguskan gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu.

Surat telegram tersebut bernomor STR/507/VII/PAM.3/2020 tanggal 24 Agustus 2020.

Surat diteken oleh Asops Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono membenarkan perihal perintah Kapolri tersebut.

“Ya benar,” kata Irjen Argo Yuwono yang dikonfirmasi wartawan perohal surat telegram tersebut, Selasa (25/8/2020).

Perintah Kapolri Jenderal Idham Azis berisi lima perintah kepada seluruh jajaran kepolisian dari Mabes Polri hingga ke seluruh Polsek di lingkungan Polri.

Perintah itu dimaksudkan sebagai tindakan antisipasi dan pengamanan dari ancaman sabotase, teror maupun  perbuatan pidana lainnya.

Berikut isi surat telegram Kapolri Jenderal Idham Azis:

Sehubungan dengan ref tersebut di atas, memperhatikan kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung RI yang terjadi pada Sabtu Malam 22 Agustus 2020, maka untuk mengantisipasi agar kasus serupa tidak terjadi di lingkungan Polri, diperintahkan kepada agar:

1. Tingkatkan Pengamanan Mako Polri baik yang ada di tingkat pusat/Mabes, Polda, Polres, maupun Polsek dan pastikan bahwa Mako dalam keadaan aman baik dari ancaman sabotase, teror ataupun perbuatan pidana lainnya
2. Lakukan pemeriksaan terhadap jaringan instalasi listrik termasuk AC, komputer, elektronik, dan lain-lain yang ada di Mako masing-masing untuk memastikan aman dari bahaya kebakaran.
3. Memasang alat pemadam kebakaran pada lokasi-lokasi tertentu yang strategis dan memastikan bahwa alat pemadam kebakaran itu berfungsi dengan baik.
4. Seluruh dokumen dan data-data penting agar disimpan/diamankan secara digital sebagai backup.
5. Perintahkan Kayanma/petugas piket fungsi untuk melakukan patroli secara rutin ke seluruh bangunan gedung Mako, guna memastikan bahwa Mako dalam keadaan aman dari bahaya kebakaran.

(*)