Ini Pria Pelaku Pencabulan Ponakan 11 Tahun yang Ditangkap Polisi

Kasus terungkap setelah korban secara tidak sengaja menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada sang kakak.
Ini Pria Pelaku Pencabulan Ponakan 11 Tahun yang Ditangkap Polisi
Oknum pria paruh baya yang mencabuli keponakan. | Foto: abdy febriady/detikcom

Ini Pria Pelaku Pencabulan Ponakan 11 Tahun yang Ditangkap Polisi

DotBerita | Mamasa – Seorang pelaku tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur ditangkap aparat kepolisian.

Pria paruh baya berinisial BL (45), warga Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, itu dilaporkan atas kasus kekerasan seksual terhadap keponakannya sendiri yang baru berusia 11 tahun.

Polisi mengatakan peristiwa itu terjadi pada bulan Desember tahun 2018 lalu. Kasus terungkap setelah korban secara tidak sengaja menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada sang kakak.

“Dua tahun setelah berlalu di tahun 2020 sekitar bulan Juli, anak ini secara tidak sengaja menceritakan kejadian ini pada kakak korban,” kata Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto kepada wartawan, Minggu (06/09/20).

BACA JUGA: Kabar Jaksa Pinangki Operasi Hidung di Amerika, Ternyata Segini Lho Biayanya

“Usai mendengar cerita tersebut, kakak korban menceritakan pada orang tuanya, dan akhirnya pada tanggal 24 Agustus orang tua korban didampingi Kepala Desa datang kepada kami melaporkan kejadian tersebut,” sambung Dedi.

Menurut Dedi pencabulan yang dialami korban terjadi di rumah pelaku. Berawal ketika korban diminta oleh pelaku untuk menyalakan api di dapur rumahnya.

“Saat itu pelaku langsung memegang tangan korban dan menariknya ke dalam kamar,” katanya.

BACA JUGA: Minta Izin Nikah, Gadis 14 Tahun Ini Malah Dipaksa Layani Nafsu Bejat Sang Ayah

Selanjutnya ucap Dedi, pelaku usai melakukan aksi bejatnya turut mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatannya kepada siapapun juga.

Kepada polisi, pelaku mengaku tega mencabuli keponakannya lantaran tergoda dengan kemolekan tubuhnya.

Pelaku kini diamankan di Mapolres Mamasa. Dia dijerat menggunakan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

BACA JUGA:

Teka-teki Oknum Tentara Sebar Kabar Palsu yang Bikin 100 Tentara Ngamuk Hingga Serang Markas Polisi

Waduh, 1,7 Juta Pegawai Terancam Gagal Dapat Rp600 Ribu per Bulan, Ternyata Ini Sebabnya