Isu Rombak Kabinet: Jokowi Diminta Ganti 10 Menteri Ini, Ada Nama Yasonna dan Luhut Binsar

Menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju | Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

DotBerita | Jakarta – Hasil survei Indonesia Politik Opinion menunjukkan 10 nama menteri yang diharapkan dicopot oleh Presiden Joko Widodo. Survei itu sendiri keluar setelah santer beredar tentang rencana rombak kabinet.

Melansir detikcom, Indonesia Politik Opinion (IPO) mengeluarkan survei tentang daftar menteri yang paling diharapkan untuk di-reshuffle. Dari 10 menteri, nama Menkum HAM Yasonna Laoly dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menempati posisi teratas.

Dalam survei yang dirilis Sabtu (4/7/2020), ada 10 menteri yang menempati posisi paling diharapkan untuk diganti, yaitu Yasonna, Terawan, Menaker Ida Fauziah, Menag Fachrul Razi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Lima orang lainnya yaitu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Mensos Juliari Batubara, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menpora Zainuddin Amali, dan Menteri BUMN Erick Tohir. Ke-10 menteri ini diharapkan untuk di-reshuffle karena publik tidak puas dengan kebijakannya terkait COVID-19.

Survei tersebut dilakukan dengan melibatkan 1.350 responden di 30 provinsi. Survei itu menggunakan metode penelitian wawancara online atau melalui sambung telepon. Tingkat kepercayaan hasil survei 97 persen dengan margin of error 3,54 persen.

Setiap responden diminta penilaian tentang urgensi pergantian menteri yang ada di kabinet. Sebanyak 64,1 persen responden menginginkan Yasonna di-reshuffle, sementara 52,4 persen responden menginginkan Terawan di-reshuffle.

IPO juga meminta tanggapan responden soal siapa yang harus masuk dalam kabinet jika terjadi reshuffle. Nama teratas yang diinginkan responden untuk masuk kabinet yakni Susi Pudjiastuti, Arief Yahya, dan Dahlan Iskan.

Responden juga dimintai menyebutkan nama kepala daerah yang memiliki kinerja positif dalam menangani COVID-19. Nama Gubernur DKI Anies Baswedan menempati posisi pertama, disusul Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca