Janda Ini Jadi Korban Penipuan Oknum Duda, Digasak Luar Dalam

Di perjalanan, duda itu sempat menyetubuhi korban sebanyak 4 kali di sebuah penginapan. Lalu, AD tanpa pesan meninggalkan calon istrinya itu.
Janda Ini Jadi Korban Penipuan Oknum Duda, Digasak Luar Dalam
ILUSTRASI - Janda korban penipuan. | Foto NET

Janda Ini Jadi Korban Penipuan Oknum Duda, Digasak Luar Dalam

DotBerita | Kebumen – Seorang janda inisial AD (29) asal Desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap terpaksa menanggung derita akibat perbuatan pujaan hatinya sendiri, MA (37 tahun). Ia menjadi korban penipuan luar dan dalam.

MA yang berstatus duda adalah warga Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

BACA JUGA:Suami Pergi Nongkrong di Warung, Istri Indehoy di Rumah Sebelum Akhirnya Tewas di Tangan Selingkuhan

Pria ini diduga melakukan penipuan terhadap AD, wanita yang dijanjikan akan dinikahinya.

Awal mula asmara palsu sang duda terjadi ketika keduanya saling mengenal melalui jejaring sosial Facebook pada Juli 2020.

BACA JUGA: Janda Muda Ungkap Kisah Terlarang dengan Pejabat Pemprov Sumut, Pernah Gituan di Mobil Hingga Lapor Polisi 

MA bahkan sempat datang langsung melamar ke orang tua AD.

Namun aksinya tipu-tipu MA terbongkar saat ia berpura-pura mengajak AD ke rumah orang tuanya.

Janda Ini Jadi Korban Penipuan Oknum Duda, Digasak Luar Dalam
FOTO: Duda pelaku penipuan janda saat diamankan polisi. | Foto: dok Humas Polres Kebumen

Di perjalanan, duda itu sempat menyetubuhi korban sebanyak 4 kali di sebuah penginapan. Lalu, AD tanpa pesan meninggalkan calon istrinya itu.

BACA JUGA: Ternyata Sang Suami di Kamar Sebelah Saat PSK di Sleman Tewas Layani Pelanggan, Pria Ini Jadi Tersangka

Sebelum kabur, MA bahkan sempat menggerogoti uang ratusan ribu milik AD dan sebuah handphone.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan dalam keterangannya yang dikutip Selasa (15/9/2020), mengungkapkan, untuk memuluskan aksi jahatnya, tersangka pura-pura datang melamar korban di rumahnya di Desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten Cilacap pada hari Jumat, 28 Agustus 2020.

“Tersangka sempat meminta restu kepada orang tua korban. Saat itu, disaksikan keluarga korban dan para tetangga korban,” jelas AKBP Rudy didampingi Kapolsek Prembun AKP Tejo Suwono.

Saat lamaran, orang tua korban tak punya firasat buruk. Bahkan orang tua korban mengizinkan tersangka membawa anak perempuannya untuk dikenalkan ke orang tua tersangka.

BACA JUGA: Tak Disangka Angel Lelga Ungkap Hal Ini Setelah Sang Mantan Vicky Prasetyo yang Dijebloskan ke Penjara

Kepada orang tua AD, tersangka mengaku jika orang tuanya tinggal di Kabupaten Purworejo.

Namun saat prosesi lamaran, pihak keluarga sempat menemukan kejanggalan saat mengecek KTP tersangka, yang ternyata beralamat di Kabupaten Tegal.

Meski begitu, kepiawaian tersangka meyakinkan keluarga korban, kecurigaan itu bisa ditepis.

Tersanga pun akhirnya mengantongi restu. Lalu pada tanggal 29 Agustus 2020, tersangka mengajak korban ke Purworejo.

Di tengah perjalanan, tersangka sempat menyetubuhi korban sebanyak 4 kali di sebuah Losmen di Kawasan Gombong Kabupaten Kebumen.

BACA JUGA: Avanza Ditumpangi Suami-Istri dan 1 Balita Terjun Bebas ke Jurang

Tak berhenti sampai di situ, handphone android milik korban juga diembat tersangka.

Meski korban mengetahui aksi itu, namun rasa cinta mengalahkan akal sehatnya. AD mengaku tidak mempunyai pemikiran buruk kepada calon suaminya itu.

Handphone itu dibiarkan korban dimasukkan ke tas tersangka saat meninggalkan penginapan pada hari Minggu 30 Agustus.

Sesampai di SPBU Tersobo Kecamatan Prembun, sekitar pukul 20.00 Wib, tersangka meminjam uang untuk membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Purworejo.

BACA JUGA: Heboh Screenshot Chat Mesra Sekda Bondowosa, Ternyata Begini Awal Ceritanya 

Lagi-lagi korban pasrah pada permintaan tersangka. AD pun menyerahkan uang Rp500 ribu miliknya.

“Tersangka pamitan membeli oleh-oleh, selanjutnya korban masuk ke kamar mandi untuk ganti baju. Dalam benak korban, mau ketemu calon mertua harus terlihat rapih dan cantik,” AKBP Rudy menambahkan.

Setelah selesai berdandan, korban keluar dari kamar mandi, ternyata tersangka sudah hilang.

Korban sempat menunggu lama sambil menangis. Namun, calon suaminya tak kunjung datang.

Sadar menjadi korban penipuan, AD melaporkan peristiwa itu ke Polsek Prembun.

BACA JUGA: Oknum PNS yang Hina Ulama Ini Akhirnya Ditangkap di Lambaro Saat Hendak ke Medan

Dari laporan itu, tersangka berhasil ditangkap pada hari Senin 31 Agustus 2020 di rumah orangtuanya di Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen.

Kepada polisi, tersangka mengaku memiliki niat jahat kepada korban. Tersangka tak pernah menaruh cinta kepada korban.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUH Pidana jo Pasal 378 KUH Pidana tentang Penipuan dan atau Penggelapan ancaman kurungan 4 tahun penjara. (*)