Kabar Gembira, Pasar Saham Amerika Rebound, Harga Emas Turun

Harga Emas Turun
Ilustrasi - Emas batangan. | Shutterstock

Harga emas berjangka dilaporkan mengalami penurunan. Hal itu dipengaruhi oleh pasar saham Amerika Serikat yang berbalik menguat sebagai respon terhadap rencana perjanjian perdagangan antara negara Paman Sams tersebut dengan China.

Kabar ini tentu menggembirakan bagi para pria lajang, terutama di Aceh, mengingat emas menjadi salah satu komponen utama yang dijadikan mahar pernikahan.

DotBeritaCom | BANDA ACEH – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar saham Amerika Serikat berbalik menguat atau rebound di tengah meningkatnya optimisme investor atas kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 4,90 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi ditutup pada 1.468,50 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 137,14 poin atau 0,49 persen menjadi 27.919,10 sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow.

Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun karena investor tidak perlu mencari tempat investasi yang aman, dan menjauh dari logam mulia.

Amerika Serikat dan China semakin dekat dengan perjanjian perdagangan, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada Kamis (14/11/2019)), mengutip apa yang disebutnya pembicaraan yang sangat konstruktif dengan Beijing tentang mengakhiri perang dagang 16 bulan.

Kudlow, seperti dikutip Reuters, mengatakan negosiator untuk dua ekonomi terbesar di dunia itu berhubungan dekat melalui telepon tetapi dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kemungkinan waktu kesepakatan.

“Kami semakin dekat,” katanya dalam sebuah acara di Dewan Hubungan Luar Negeri di Washington. “Suasana musiknya cukup bagus, dan tidak selalu demikian dalam hal-hal ini.”

Pasar dengan cemas menunggu kesepakatan untuk mengakhiri ketidakpastian yang telah memperlambat investasi bisnis di seluruh dunia. Kesepakatan telah muncul kemungkinan pada Mei, tetapi prospek itu hancur setelah negosiator AS mengatakan China mundur dari teks naskah perjanjian.

Komentar Kudlow dapat meredakan kekhawatiran pasar yang kembali berkobar pekan ini di tengah laporan bahwa perundingan perdagangan telah menghantam rintangan tentang kapan harus menurunkan tarif, dan berapa banyak pembelian produk pertanian yang bisa diharapkan dari China.

Di sisi lain, melemahnya dolar AS membatasi penurunan emas lebih lanjut. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,18 persen menjadi 97,99.

Ketika dolar AS melemah, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun delapan sen atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 16,948 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,70 dolar AS atau 1,33 persen, menjadi 894,50 dolar AS per ounce. [Antara]

redaksi dbcom
Penulis yang membaca