Kantor Bupati Aceh Besar Ditutup

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terpaksa menutup sementara waktu Kantor Bupati setempat sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.
Kantor Bupati Aceh Besar Ditutup
ILUSTRASI - Kantor ditutup. | NET

DotBerita | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terpaksa menutup sementara waktu Kantor Bupati setempat sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Pelayanan dialihkan akan dialihkan ke gedung Dekranasda.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar, Muhajir mengatakan, kebijakan menutup sementara waktu pelayanan Kantor Bupati ditempuh setelah sebelumnya almarhum Sekda Aceh Besar Iskandar terkonfirmasi positif mengidap virus tersebut.

Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah potensi penyebaran COVID-19.

“Pak Bupati Aceh Besar memerintahkan agar pelayanan publik dan pengurusan administrasi di Kantor Bupati atau Setdakab ditutup untuk sementara waktu dan dialihkan ke Dekranasda di Gani Jalan Blang Bintang, menyusul kasus positif COVID-19 Almarhum Sekda,” katanya di Aceh Besar, dikutip dari Antara, Senin (31/8/2020).

BACA JUGA:

Penutupan itu, lanjut Muhajir, akan berlangsung selama sepuluh hari terhitung sejak 1 sampai 10 Septermber 2020.

Dia mengatakan, pelayanan tetap akan terus berjalan dan sementara waktu dialihkan ke Dekranas Aceh Besar.

“Penutupan sementara ini agar virus tidak semakin meluas dan dengan pengalihan pelayanan sementara waktu tersebut bisa memotong mata rantai penyebaran COVID-19 di kantor bupati,” ujar dia.

Muhajir juga meneruskan imbauan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar kepada seluruh ASN baik pegawai negeri maupun tenaga kontrak serta seluruh masyarakat Aceh Besar.

Kedua pemimpin Aceh Besar itu, kata Muhajir, mengingatkan untuk terus mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, sering mencuci tangan, selalu berwudhu dan berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari virus COVID-19.

Selain itu, khusus kepada seluruh ASN Setdakab, juga diminta untuk menyesuaikan jam kerja sebagaimana diatur pimpinan masing-masing.

“(para ASN) harus selalu siap bila dibutuhkan,” tandasnya. (*)

Baca Artikel Selanjutnya: