Kebelet, Sepasang Remaja Mesum di Semak-semak, Akhirnya Diciduk Satpol PP

Terlanjur kebelet, lalu perbuatan keduanya berlanjut ke semak-semak yang tak jauh dari rel. K meminta A melepas pakaian.
Kebelet, Sepasang Remaja Mesum di Semak-semak, Akhirnya Diciduk Satpol PP
ILUSTRASI - Persetubuhan anak di bawah umur di semak-semak. | Foto NET

DotBerita | Surabaya – Nasib apes dialami K (16), seorang pria remaja di Surabaya nekat melampiaskan nafsu buasnya terhadap pacarnya A (15) di areal semak-semak dekat rel kereta api di wilayah Surabaya Barat.

Pasalnya, aksi itu terbongkar setelah patroli Satpol PP curiga dengan suara aneh.

Sebelum kejadian, Satpol PP yang sedang patroli merasa curiga dengan suara aneh di balik semak-semak. Akhirnya, K dan A tertangkap basah tengah melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.

Kepada petugas, K mengaku perbuatan tersebut bukan sekali itu saja dilakukannya terhadap A. K disebut sukses menggahi pacarnya sebanyak tiga kali.

Peristiwa yang terungkap pada Minggu (9/8/2020) malam itu bermula saat K merayu A menyusuri sekitar rel kereta api sambil menikmati pemandangan.

Keduanya sempat berbincang perihal masa depan ketika kelak berumah tangga. Saat itulah K mulai melancarkan aksinya kepada A hingga terjadi hubungan badan.

K disebut menciumi A hingga meraba. Terlanjur kebelet, lalu perbuatan keduanya berlanjut ke semak-semak yang tak jauh dari rel. K meminta A melepas pakaian. Persetubuhan pun terjadi.

“Terbongkarnya, mereka terjaring razia Satpol PP yang kebetulan mencurigai suara di semak-semak. Akhirnya saat didekati, terdapat sepasang kekasih di bawah umur itu sedang berbuat mesum” ujar Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Fauzy Ananta, kepada wartawan Kamis (20/8/2020).

Terhadap kasus tersebut, peetugas kemudian memanggil kedua orang tua remaja itu.

Tak terima

Keduanya mengakui perbuatan itu didasari rasa suka sama suka, namun orang tua A tak terima kejadian yang menimpa anaknya karena disetubuhi hingga dua kali di semak-semak.

Akhirnya K dilaporkan ke Mapolrestabes Surabaya.

Saat di Mapolres, A mengakui perbuatannya. Meski atas dasar sama-sama suka, polisi tetap dapat menjerat K menggunakan pasal persetubuhan anak di bawah umur tentang perlindungan anak.

Saat ini K, harus menanggung perbuatannya tersebut mendekam di tahanan Bapas Surabaya untuk proses lebih lanjut.  (*)