Khawatir Dikudeta, Muhammad bin Salman Tangkap 20 Pangeran

DotBeritaCom | MEKKAH – Drama di tubuh kerajaan Saudi memasuki babak baru. Dilaporkan, empat pangeran senior termasuk dua anggota keluarga kerajaan Saudi yang paling terkemuka ditangkap pihak otoritas di Arab Saudi.

Bahkan informasi teranyar menyebutkan, sedikitnya 20 pangeran kerajaan Arab Saudi sudah ditangkap atas tuduhan merancang kudeta untuk menjatuhkan pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Diberitakan Tempo.co, dari 20 pangeran yang ditangkap, menurut laporan Middle East Eye, 6 Maret 2020, empat di antaranya adalah Pangeran Ahmed bin Abdulaziz (adik raja Salman yang dicap pembangkang terhadap pemerintahan Muhammad bin Salman atau MBS), Pangeran Nayef bin Ahmed bin Abdulaziz (Kepala Pasukan Intelijen dan Otorisasi Keamanan), Pangeran Mohammed bin Nayef, dan saudara tirinya pangeran Nawaf.

Pangeran Mohammed bin Nayef pernah dinobatkan sebagai putra mahkota sebelum raja Salman mengangkat MBS sebagai putra mahkota. Pangeran Ahmed selama ini secara terbuka mengkritik kebijakan keponakannya itu.

Sumber Reuters menyatakan, Raja Salman sendiri yang menandatangani surat penangkapan. Sumber ini mengatakan raja dalam kondisi sehat saat meneken surat karena selama ini raja diketahui menderita demensia.

Penangkapan para pangeran tersebut merupakan upaya pembersihan orang dalam kerajaan yang menentang MBS sejak dia menjalankan pemerintahan.

Dan ini yang kedua kalinya upaya pembersihan para pembangkang dalam tubuh kerajaan. Pertama tahun 2017 saat MBS memimpin gerakan pemberantasan korupsi di tubuh keluarga kerajaan. Sedikitnya 500 elit pengusaha Arab Saudi ditahan di hotel Ritz Carlton atas tuduhan korupsi pada 4 November 2017. Mereka dihukum untuk menyerahkan kekayaannya mereka kepada negara jika ingin bebas dari hukuman penjara.

Setelah penangkapan 20 pangeran tersebut, menurut laporan Middle East Eye, MBS memerintahkan pangeran-pangeran yang ditangkap menyatakan kesetiaan mereka melalui Twitter. Tiga di antara pangeran itu telah melakukannya. []

Sumber: Tempo.co

redaksi dbcom
Penulis yang membaca