KPA Minta Realisasi MoU Helsinki Dituntaskan

Pusat Diminta Merealisasikan seluruh butir MoU Helsinki
Jubir KPA Kuta Pase M Yasir. | Foto: ANTARA

DotBerita | Lhokseumawe – Komite Peralihan Aceh (KPA) meminta Pemerintah Pusat merealisasikan seluruh butir Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki Finlandia pada 15 Agustus 2005 lalu.

Permintaan itu disampaikan Juru Bicara KPA Wilayah Pase M Yasir, seusai silahturahmi dan konsolidasi KPA setempat, di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Kamis (13/8/2020) petang.

Menurutnya, hingga saat ini masih ada butir kesepakatan yang dihasilkan di Helsinki belum tuntas direalisasikan.

“Butir-butir MoU Helsinki hingga sampai saat ini masih menjadi polemik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh,” ujar M Yasir, seperti dikutip Antara.

Dia juga mengatakan, perdamaian antara GAM dan Pemerintah telah berlangsung 15 tahun lamanya. Namun menurutnya, kesepakan perdamaian seperti tertuang dalam MoU Helsinki belum sepenuhnya terealisasi.

Pusat diminta komit

Yasir menilai, hingga saat ini masyarakat Aceh belum sepenuhnya merasakan realisasi kesepahaman bersama terkait perdamaian Aceh sesuai dengan butir-butir MoU tersebut.

Karenanya, mantan Ketua DPRK Lhokseumawe ini berharap pemerintah pusat benar-benar berkomitmen merealisasikan seluruh butir MoU Helsinki.

“Kami selaku masyarakat Aceh merasa kecewa dengan tidak adanya komitmen pemerintah pusat terhadap perjanjian perdamaian Aceh. Realisasinya minim dirasakan oleh masyarakat Aceh,” kata M Yasir.

Jubir PA Wilayah Pasee juga menuturkan, masih banyak dari butir kesepakatan antara GAM dengan Pemerintah yang belum terlaksana.

Seperti bagi hasil 70-30, lambang dan bendera Aceh, hak-hak mantan kombatan GAM yang masih terabaikan, serta masalah tanpal batas Aceh dan sejumlah butir perjanjian lainnya. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca