Kubu Sekutu juga Kritik Habis-habisan Rencana Kebijakan Presiden Trump Ini

Rencana Donald Trump tunda pemilu ditentang koalisi pendukung
Presiden AS, Donald Trump. | Foto: Alex Brandon/AP

Kubu Sekutu juga Kritik Habis-habisan Rencana Kebijakan Presiden Trump Ini

DotBerita | Banda Aceh – Kebijakan baru yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai pertentangan. Tidak hanya dari para rival, kubu partai pendukung yang menaungi sang presiden, Partai Republik juga mengkritik habis-habisan rencana tersebut.

Pasalnya, sang presiden berencana melakukan penundaan penyelenggaraan pemilihan umum Amerika Serikat.

Malnsir CNNIndonesia, gelombang protes itu datang karena berdasarkan hukum AS, seorang presiden tak memiliki wewenang untuk menentukan tanggal pemilu. Konstitusi hanya memberikan kewenangan kepada Kongres.

Berdasarkan tradisi AS, pemilu selalu digelar pada hari Selasa pertama setelah 1 November, yang pada tahun ini jatuh di tanggal 3 November.

Karenanya, sejumlah kader Partai Republik di Kongres, yaitu beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan belasan senator, lantas melontarkan protes kerasnya terhadap Trump secara terang-terangan, salah satunya John Thune.

“Saya pikir kami telah melakukan pemilihan setiap November sejak 1788 dan saya berharap itu akan terjadi lagi tahun ini,” ucap John Thune.

Di sisi lain, Ketua Kehakiman Senat yang dikenal sebagai sekutu lama Trump, Lindsey Graham, juga mengungkap ketidaksetujuannya terhadap gagasan sang presiden.

“Saya rasa itu bukan gagasan yang baik,” tutur Graham dikutip CNN.

Donald Trump sendiri ingin melakukan penundaan pemilu dengan dalih keselamatan di tengah pandemi Covid-19. Trump disebut tak setuju dengan gagasan untuk menggelar pemilu dengan sistem mail-in.

Dengan sistem tersebut, warga Amerika akan menerima kertas suara yang dikirimkan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka kemudian akan mengisi surat suara tersebut dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Menurut Donald Trump, sistem tersebut menimbulkan risiko yang bisa membuat penghimpunan dan penghitungan suara dalam pemilu tidak akurat.

“Dengan pemilihan mail-in, 2020 akan menjadi pemilu paling tidak akurat dan curang sepanjang sejarah. Akan sangat memalukan bagi AS. Tunda pemilu hingga semua orang dapat memilih secara layak dan aman???” cuit Trump di akun Twitter.

Sementara di pihak lain, senator Partai Republik yang mewakili Texas, Ted Cruz, mengaku memahami kekhawatiran Trump mengenai kecurangan pemilu. Namun, dia menegaskan jika Trump tetap tak punya kewenangan untuk menunda pemilu.

“Kecurangan pemilu adalah masalah serius yang perlu kita hentikan dan lawan, tapi pemilihan tidak boleh ditunda,” ujarnya.

Di sisi lain, Senator Partai Republik untuk Florida, Marco Rubio, menganggap penundaan pemilu sebagai kebijakan yang dapat merusak kepercayaan rakyat.

“Saya harap dia (Trump) tidak mengatakan itu, tapi semuanya tidak akan berubah. Kita tetap akan menggelar pemilu pada November dan rakyat harus percaya dengan itu,” kata Marco Rubio. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca