Lagi Patroli di Laut Natuna, Kapal China Ini Diusir Bakamla RI

Kapal Coast Guard China (CGC) kedapatan sedang berpatroli di zona Laut Natuna Utara pada Sabtu (12/9/2020) siang.
Lagi Patroli di Laut Natuna, Kapal China Ini Diusir Bakamla RI
Foto: Kapal China di Laut Natuna Utara (Dok. Istimewa)

Lagi Patroli di Laut Natuna, Kapal China Ini Diusir Bakamla RI

DotBerita | Natuna – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengusir kapal China yang memasuki wilayah laut Indonesia. Kapal Coast Guard China (CGC) kedapatan sedang berpatroli di zona Laut Natuna Utara pada Sabtu (12/9/2020) siang.

Melansir detikcom, kapal China itu terdeteksi radar Bakamla pada pukul 10.00 WIB. Kemudian, KN Nipah milik Bakamla RI mendekati kapal China tersebut.

BACA JUGA: Viral, Video Puluhan WNA Asal China di Bandara Haluoleo, Ini Penjelasan Polisi

Petugas KN Nipah melakukan kontak dengan kapal China melalui radio. Pihak kapal China bersikeras bahwa mereka sedang berpatroli di wilayah teritorial laut Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“CCG 5204 sedang berada di area ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia). Diminta CCG 5204 segera keluar dari wilayah yurisdiksi Indonesia,” pernyataan tertulis Bakamla RI, Sabtu (12/9/2020).

Lagi Patroli di Laut Natuna, Kapal China Ini Diusir Bakamla RI
Foto: Kapal China di Laut Natuna Utara (Dok. Istimewa)

BACA JUGA: Ini Pria Pelaku Pencabulan Ponakan 11 Tahun yang Ditangkap Polisi

Saat ini, upaya koordinasi antara Bakamla RI dengan kapal China tersebut masih terus dilakukan. Bakamla RI juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Sampai saat ini, kedua kapal masih saling membayang-bayangi satu sama lain. KN Nipah 321 terus berupaya menghalau CCG 5204 keluar dari ZEEI. Bakamla RI sedang berkoordinasi dengan Kemenkopolhukam dan Kemenlu terkait hal ini,” pernyataan Bakamla.

BACA JUGA: Ternyata Puluhan TKA China Tiba Lagi ke Nagan Raya, Disnakermobduk Aceh Mengaku Tidak Tahu 

Diketahui, Laut Nauta Utara merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, dimana Indonesia berhak atas sumber daya alam di bawah laut. Kapal-kapal negara asing diperbolehkan melintas namun dilarang melakukan aktivitas di perairan Indonesia. (*)