Lempar Molotov ke Markas PDIP, Tujuh Pelaku Terancam Hingga 14 Tahun Penjara

Ketujuh tersangka pelaku aksi terr molotov itu sebelumnya sudah ditangkap jajaran kepolisian.
Lempar Molotov ke Markas PDIP, Tujuh Pelaku Terancam Hingga 14 Tahun Penjara
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi. | Foto NET

DotBerita | Bandung – Tujuh orang tersangka pelaku pelempar bom molotov ke markas PAC PDIP Cileungsi, Kabupaten Bogor terancam hukuman hingga 14 tahun tahun penjara.

Ketujuh tersangka pelaku aksi teror molotov itu sebelumnya sudah ditangkap jajaran kepolisian.

“Tersangka sudah kita tahan dan akan dilakukan penyelidikan,” ucap Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi dalam keterangannya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020).

Kapolda Jabar menjelaskan ketujuh tersangka pelempar molotov tersebut dijerat Pasal 187 KUHP.

Pasal itu mengatur tentang dugaan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan ledakan atau kebakaran. Para pelaku pun terancam dipidana 12 tahun penjara.

Polisi juga akan menjerat pelaku menggunakan Pasal 406 KUHP tentang dengan sengaja melawan hukum, merusak dan membuat tidak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan.

“Dengan adanya kejadian di Cileungsi ini, mudah-mudahan tidak ada pelaku lain yang mencoba untuk melakukan pelemparan bom molotov lagi di wilakum Jawa Barat, karena siapapun pelakunya kita ungkap,” kata Irjen Rudy Sufahriadi.

Baca juga: Ternyata Pelempar Molotov ke Markas PDIP yang Ditangkap Anggota FPI, Pengacara Tidak Dibolehkan Bertemu

Sementara itu, aksi teror molotov terhadap markas PDIP terjadi di tiga lokasi berbeda.

Lokasi pertama terjadi di kantor PAC PDIP Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Selasa (28/7/2020) lalu.

Dalam peristiwa ini dilaporkan sebanyak tiga kali lemparan ke kantor tersebut yang mengakibatkan sejumlah kerusakan kerusakan.

Kerusakan pertama yaitu pada bagian pintu utama. Kemudian mobil yang terparkir di lokasi kejadian juga dilempar molotov, meski demikian tidak menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

Selanjutnya, teror bom molotov berlanjut dan terjadi di kantor PAC Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, yaitu berselang sehari atau pada Rabu (29/7/2020) pukul 01.30 WIB.

Pelemparan bom molotov di lokasi ini juga dilaporkan terjadi sebanyak tiga kali lemparan ke kantor tersebut.

Kemudian terakhir, insiden pelemparan molotov juga terjadi di kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur.

Aksi pelemparan bom molotov ini dilaporkan terjadi pada dini hari atau Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca