Ngeri, Ini Kata WHO tentang Efek Corona bagi Dunia

WHO memprediksi penyebaran virus Corona akan terus berdampak secara meluas bagi kehidupan masyarakat dunia.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan efek Corona yang panjang harus diantisipasi dengan kebijakan tepat masing-masing negara. | Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP

Ngeri, Ini Kata WHO tentang Efek Corona bagi Dunia

DotBerita | Jakarta – World Health Organization (WHO) memprediksi penyebaran virus Corona akan terus berdampak secara meluas bagi kehidupan masyarakat dunia. Direktur Jenderal WHO mengingatkan efek Corona yang panjang harus diantisipasi dengan kebijakan tepat masing-masing negara guna menekan risiko.

Melansir detikcom, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus menyuarakan agar dunia tetap fokus menghadapi pandemi virus Corona COVID-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan bahwa wabah ini kejadian langka yang dampaknya bisa terasa selama puluhan tahun ke depan.

“Pandemi ini adalah krisis kesehatan sekali dalam seratus tahun, efeknya akan terasa selama beberapa dekade,” kata Tedros Adhanom saat membuka pertemuan komite darurat pada Jumat (31/7/2020), seperti dikutip dari Reuters.

Hingga saat ini telah dilaporkan sekitar 17 juta kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 670.000 ribu di antaranya meninggal dunia. Dengan menempatkan Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India jadi tiga negara penyumbang kasus terbanyak.

Negara-negara di benua Asia disebut mulai menghadapi gelombang kedua dan beberapa negara dilaporkan mengalami resesi ekonomi akibat dampak dari upaya pembatasan.

Vaksin Corona

Sementara itu, lebih dari 150 perusahaan farmasi saat ini tengah berlomba-lomba mengembangkan vaksin Corona. WHO memprediksi ketersediaan vaksin bagi virus tersebut paling cepat tersedia di awal tahun 2021.

Tedros juga menyebut studi yang berkembang mulai mengungkap sifat-sifat dari virus SARS-COV-2 penyebab COVID-19. Kendati begitu, ia mengingatkan juga masih banyak hal yang belum diketahui dan secara umum populasi dunia masih rentan terhadap infeksi.

“Hasil awal berbagai studi serologi menemukan hal serupa: kebanyakan populasi dunia masih bisa terinfeksi virus ini, bahkan pada area yang sudah beberapa kali mengalami wabah parah,” kata Direktur Jenderal WHO.

Dia juga menyebut, banyak negara yang yakin mereka sudah melewati hal terburuk, tetapi kemudian harus menghadapi wabah baru.

“Beberapa negara yang tadinya hanya mengalami sedikit kasus di awal-awal kini malah mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian,” demikian Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca