Nikmatnya Jadi Koruptor di Indonesia, Rugikan Negara Rp477 Miliar Dihukum Dua Tahun, Bandingkan dengan Kasus Pencuri Ini

Ilustrasi Pencuri

DotBeritaCom | JAKARTA – Kasus korupsi yang melibatkan mantan Dirut PT PLN Batubara, Khairil Wahyuni telah diketok palu oleh majelis hakim tingkat kasasi.

Khairil dinyatakan terbukti melakukan serangkaian tindak pidana korupsi dengan pengusaha Kokos Jiang sehingga negara merugi Rp 477 miliar dan divonis 2 tahun penjara.

Vonis tersebut sebanding dengan kasus pencurian senjata api milik Kapolsek Negara di areal parkir Pura Sakenan, Serangan, Denpasar Selatan oleh Wayan Suma (45) yang juga divonis 2 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Sementara pistol hasil curian Wayan diketahui juga berhasil dikembalikan kepada negara.

Kasus mantan Dirut PLN Batubara bermula saat PLN membentuk anak usaha PT PLN Batubara yabg bertugas memasok batubara ke PLN agar pasokan listrik bisa stabil pada Agustus 2008 lalu.

Diberitakan detik.com, sengkarut mulai terjadi kala Kokos mengajukan proposal pengelolaan batubara kepada PLN. Kokos yang juga Dirut PT Tansri Madjid Energi (PT TME) melakukan serangkaian perbuatan yaitu tidak melakukan desk study dan kajian teknis, melakukan pengikatan kerja sama jual-beli batu bara yang masih berupa cadangan serta membuat kerja sama tidak sesuai spesifikasi batu bara yang ditawarkan.

Khairil Wahyuni yang mulai menduduki Dirut pada 12 November 2010 itu menyetujui proposal bermasalah itu. Alhasil, pasokan batubara ke PLN menjadi bermasalah. Uang Rp 477 miliar pun menguap.

Kejaksaan akhirnya menyeret Khairil Wahyuni ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada 12 Juni 2019, Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Khairil Wahyuni tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsider.

Oleh sebab itu, Khairil Wahyuni dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda sejumlah Rp 100 juta. Vonis ini satu tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Putusan itu dikuatkan pada 19 September 2019.

Atas vonis itu, jaksa dan Khairil Wahyuni mengajukan kasasi. Apa kata MA?

“Tolak terdakwa dan JPU,” demikian lansir website MA dalam websitenya, Senin (9/3/2020).

Perkara nomor 350 K/PID.SUS/2020 diadili oleh ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Krisna Harahap dan LL Hutagalung. Lalu bagaimana dengan uang Rp 477 miliar yang menguap itu?

Baca Juga: FOTO – Begini Tampang Kokos Jiang, Koruptor yang Akan Kembalikan Uang Korupsi Rp 477 Miliar

Kokos mengembalikan uang itu ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan cash. Di kasus ini, Kokos yang tinggal di Jalan Imam Bonjol, Menteng Jakpus itu dihukum 4 tahun penjara.

Sementara kasus pencurian Wayan Suma, seperti diberitakan mediapelangi.com, berawal saat ia melihat mobil Jeep parkir di area Pura Sakenan, Serangan, Denpasar Selatan, Sabtu (3/9/2019).

Setelah memastikan situasi sepi, ia lalu mencongkel jendela mobil dan mengambil tas milik korban.

Saat mengetahui isi dalam tas adalah sepucuk pistol, terdakwa panik dan mencari Kadek Sudarma dengan maksud untuk menjual pistol tersebut. Namun saksi Sudarma tidak mau membeli pistol dengan empat butir peluru itu.

Karena takut terdakwa kemudian mengubur senpi tersebut di kawasan GOR Lila Bhuana. Tidak lama kemudian terdakwa berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar saat berada di pasar Kreneng, Senin (12/9/2019) sekitar pukul 20.30 Wita.

Atas tindakannya itu, majelis hakim yang dipimpin I Made Pasek menghukum Wayan Suma selama dua tahun penjara.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun potong masa tahanan,” kata hakim dalam putusannya di PN Denpasar, Kamis (21/11/2019). []

redaksi dbcom
Penulis yang membaca