Pemerintah Aceh Diminta Serius Perhatikan Nelayan Lobster

Ilustrasi nelayan lobster. | Foto: Istock

Pemerintah Aceh Diminta Serius Perhatikan Nelayan Lobster

DotBerita | Banda Aceh – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh meminta Pemerintah Aceh untuk lebih serius memperhatikan nelayan tradisional budidaya lobster.

Perhatian dimaksud berupa dukungan sara dan prasarana agar dapat berdaya saing dan memperoleh kehidupan yang sejahtera.

Melansir Antara, Ketua KNTI Aceh Tgk Azwar Anas, Senin (13/7/2020), mengatakan hal itu dapat dilakukan Pemerintah Aceh melalui implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 12 tahun 2020 tentang pengelolaan lobster.

“Maka kami berharap dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah atau dinas terkait,” kata Azwar, dikutip Antara di Banda Aceh.

Selain itu, perusahaan yang melakukan ekspor benih lobster juga diminta untuk membuat tempat pembenihan atau wadah budidaya sebelum melakukan aktivitas ekspor ke luar Aceh.

Hal itu untuk memastikan ketersediaan indukan-indukan di laut lepas dan tidak terjadi eksploitasi besar-besaran.

Selanjutnya KNTI Aceh juga berharap harga benih lobster di tingkat nelayan tradisional tidak dimonopoli secara sepihak.

Pihaknya juga menginginkan Pemerintah Aceh melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) dalam penentuan harga benih lobster.

“Dan juga kami minta kepada pemerintah melibatkan lembaga panglima laot (lembaga adat laut) dan KNTI dalam pengawasan kegiatan-kegiatan perusahaan eksportir di Aceh,” ujarnya. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca