Pengiriman 100 Detonator dan 5 Sak Bahan Peledak Digagalkan Polisi, Bali dan Banyuwangi Jadi Target

Petugas kepolisian saat mengamankan bahan peledak di dalam mobil pelaku (Foto: detikcom/istimewa)

Rencana aksi terorisme berhasil digagalkan aparat kepolisian Indonesia. Kali ini tak tanggung-tanggung, terduga teroris telah menyiapkan 100 buah detonator dan 5 sak bahan peledak Potasium Chlorat seberat 25 kilogram untuk dikirim ke Bali.

(DotBeritaCom) – Polisi menggagalkan pengiriman bahan peledak yang rencananya akan di kirim ke Pulau Bali dan Banyuwangi. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan pelaku saat menyergapnya di kawasan Hutan Baluran, Banyuwangi.

Bahan peledak tersebut berupa 100 detonator siap ledak beserta 5 sak Potasium Chlorat atau serbuk bahan peledak dengan total berat 25 kilogram.

Penangkapan dilakukan di kawasan hutan Baluran di jalan Raya Situbondo-Banyuwangi Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, Kamis (14/11/2019).

Di sini, aparat kepolisian menghentikan mobil Toyota Fortuner warna putih bernopol N 1892 RQ yang dikendarai Ahmad Fauzi (42) warga Kampung Kenanga RT 02 RW 04 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo.

“Saat digeledah, kami mengamankan sejumlah barang bukti di dalam mobil yang di kemudikan pelaku. Yakni 100 batang detonator siap ledak yang disimpan di dashboard mobil dan 5 sak Potasium Chlorat seberat 25 kilogram di bagasi belakang,” ujar Kasat Polairud Polres Banyuwangi AKP Subandi kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Sebelumnya, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya pengiriman bahan peledak ke wilayah Banyuwangi dan Pulau Bali. Lalu dilakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan lokasi mobil yang dikemudikan tersangka.

Subandi menjelaskan polisi pun membuntuti dan sengaja dilakukan penangkapan di area hutan Baluran guna mengantisipasi apabila detonator tersebut meledak sehingga jauh dari pemukiman penduduk.

“Di wilayah hutan lebih aman jika diserap dibandingkan di dekat pemukiman penduduk,” tandas Subandi.[detikcom]

redaksi dbcom
Penulis yang membaca