Perempuan Tua di Bener Meriah Tewas Tenggak Racun Rumput, Sempat Dilarikan ke RS

Perempuan Tua di Bener Meriah Tewas Tenggak Racun Rumput, Sempat Dilarikan ke RS
ILUSTRASI

Perempuan Tua di Bener Meriah Tewas Tenggak Racun Rumput, Sempat Dilarikan ke RS

DotBerita | Redelong – Peristiwa mengenaskan kembali terulang. Seorang nenek di Kabupaten Bener Meriah dilaporkan nekat menenggak racun pembasmi rumput hingga meninggal dunia.

Korban diketahui berinisial EB, 62 tahun, merupakan warga Kampung Kepies, Kecamatan Permata, Bener Meriah, Aceh.

Dugaan awal, sang nenek yang tewas setelah meminum racun, diduga melakukan aksinya karena bunuh diri.

Aksi itu dilakukan di sebuah gubuk yang berada di kebun milik korban pada Minggu (6/9/2020).

BACA JUGA: Guru Cabul Ini Ngaku 10 Kali Setubuhi Remaja 16 Tahun, Terbongkar Gegara Ranjang Jebol

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK dalam keterangannya melalui Kapolsek Permata Iptu Yulizan mengatakan korban adalah EB (62).

Polisi menduga korban melakukan bunuh diri.

“Dugaan sementara bunuh diri. Kita akan mendalami lebih jauh,” kata Iptu Yulizan, Senin.

BACA JUGA: Tragis ABG Korban Pemerkosaan Diperkosa Oknum PNS, Polisi Tambah Hukuman Kebiri

Disebutkan Iptu Yulizan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu di sebuah gubuk kebun milik korban di Kampung Kepies.

Dia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya berinsial H yang mengaku melihat kondisi ibunya sudah dalam keadaan tergeletak dengan mulut berbusa.

Korban disebut sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Munyang Kute Bener Meriah.

BACA JUGA: Pergi Dipanggil Interview, Vanny Ditemukan Tewas Terjerat Tali

Namun nyawa korban tak tertolong, hingga dinyatakan meninggal dunia pada Minggu sore sekira pukul 16.30 WIB.

“Dokter mengatakan dia meninggal akibat minum racun,” jelas Iptu Yulizan.

Artikel berikut tidak dimaksudkan untuk ditiru oleh siapa pun. Jika Anda mengalami tekanan atau beban pikiran akibat sesuatu, maka disarankan untuk mendatangi dokter, ulama dan saling berbagi masalah dengan keluarga. (*)