Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Bersenpi, Sita 5 Kg Sabu dan 8 Ribu Ekstasi

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba Bersenpi, Sita 5 Kg Sabu dan 8 Ribu Ekstasi

DotBerita | Pekanbaru – Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkoba berikut barang bukti senjata api di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.

Dari tangan tersangka yang masih berusia 20 tahunan itu, ditemukan sebanyak lima kilogram sabu-sabu serta delapan ribu pil ekstasi.

“Kita berhasil menangkap dua pemilik lima kilogram sabu serta delapan ribu butir pil ekstasi, inisial AK alias Andi dan JA alias Jeri. Dari kedua tersebut juga disita dua senjata api laras pendek beserta puluhan peluru tajam,” kata Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu’min Wijaya di Pekanbaru, dikutip dari antarariau, Senin (13/7/2020)

Dijelaskan, kedua tersangka ditangkap di sebuah rumah di Jalan Budi Utomo, Kota Pekanbaru, pada medio pekan ini.

Operasi penangkapan digelar setelah aparat polisi melakukan serangkaian penyelidikan panjang terkait informasi peredaran narkoba dalam jumlah besar di kota tersebut.

Dalam penangkapan, polisi sukses menemukan lima paket besar sabu-sabu yang masing-masingnya seberat 1 kilogram. Polisi juga menyita senjata api berikut puluhan amunisinya.

Nandang menyebutkan senjata api itu merupakan milik tersangka AK. Kepada polisi, diakui AK senjata api itu dibelinya senilai Rp50 juta dari seseorang yang kini telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang.

Pengakuan AK, senjata api digunakan untuk berjaga-jaga kalau ada yang mengganggu bisnis haramnya itu. Beruntung, senjata itu tak digunakan ketika petugas menangkapnya pada Selasa malam (7/7/2020) lalu.

“Atas perbuatannya memiliki senjata api, penyidik menambah pasal 1 Undang-Undang Darurat,” kata Nandang.

Nandang menjelaskan, sabu dan ekstasi milik kedua tersangka berasal dari luar Kota Pekanbaru. Narkoba itu rencananya dijual di sekitar Pekanbaru. Kepada petugas, keduanya mengaku baru pertama kali menjadi pengedar.

Namun, Nandang yakin tersangka sudah berulang kali menjual narkoba di Pekanbaru. Pasalnya dari kedua tersangka ditemukan uang tunai Rp29 juta, diduga hasil transaksi narkoba.

Terkait peredaran narkoba ini, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 UU Nomor 35 tentang Narkoba. Hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling berat seumur hidup hingga hukuman mati.

Selanjutnya, petugas bersama dengan kedua tersangka dan temannya Dhea berangkat menuju Kantor Polsek Pamatang Raya guna proses penyidikan lebih lanjut.Perlu diketahui, Rudi Pardomuan dan Khoirul Laksono sudah hampir sebulan diamankan di Mapolsek.

Keduanya dalam masa penyidikan atas kasus penadahan sepeda motor dan handphone. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca