Polisi Periksa Terlapor Kasus Dugaan Pencemaran Bupati Nagan Raya di Medsos

Polres Nagan Raya telah memanggil seorang pria diduga sebagai terlapor untuk dimintai keterangan pada Jumat (11/9/2020) siang ini.
Polisi periksa terlapor kasus pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya melalui facebook
ILUSTRAS - Kasus pencemaran nama baik. | Foto: NET

DotBerita | Suka Makmue – Kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya melalui media sosial kini mulai ditangani langsung oleh jajaran kepolisian. Polres Nagan Raya telah memanggil seorang pria diduga sebagai terlapor untuk dimintai keterangan pada Jumat (11/9/2020) siang ini.

Dilansir dari Antara, Polres Nagan Raya, Aceh pada Jumat siang hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang pria diduga pemilik akun Facebook berinisial TRI di mapolres setempat Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

“Ia pemilik akunnya kita panggil untuk dilakukan klarifikasi terkait pelaporan sebelumnya oleh kuasa hukum Bapak HM Jamin Idham,” kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Risno SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Fadillah Fadillah Aditya Pratama, Jumat di Suka Makmue.

Sebelumnya, Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, HM Jamin Idham melalui kuasa hukumnya resmi melaporkan sebuah akun media sosial Facebook berinisial TRI ke kepolisian setempat.

Pelaporan terhadap akun tersebut karena diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

“Benar, Bapak HM Jamin Idham melalui kuasa hukumnya sudah melaporkan akun Facebook berinisial TRI karena diduga melakukan pencemaran nama baik,” kata kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Risno SIK di Suka Makmue, Kamis malam.

Menurutnya, kasus tersebut saat ini sedang sedang dalam tahap penyelidikan, sekaligus mempelajari sejumlah bukti terkait pelaporan tersebut.

Kapolres Risno juga menyatakan, kepolisian juga sudah meminta keterangan kepada Bupati Nagan Raya, HM Jamin Idham sebagai korban atas dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh seorang warga di daerah ini.

Aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial TRI, melalui sosial  media Facebook dan diduga tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE). (*)