Polisi Tangkap Ayah Tiri Bejat di Aceh Utara, Berkali-kali Perkosa Korban Sejak Kelas 3 SD

Sebelumnya, korban yang masih duduk di kelas 6 SD itu selalu diancam dibunuh jika menceritakan perbuatan pelaku kepada orang lain.
Polisi Tangkap Ayah Tiri Bejat di Aceh Utara, Berkali-kali Perkosa Korban Sejak Kelas 3 SD
Pelaku I saat diamankan polisi akibat dugaan kasus perkosaan anak tirinya, Jumat (4/9/2020). | Foto IST

Polisi Tangkap Ayah Tiri Bejat di Aceh Utara, Berkali-kali Perkosa Korban Sejak Kelas 3 SD

DotBerita | Lhoksukon – Polisi menangkap seorang pria di Aceh Utara atas tuduhan melakukan perbuatan bejat memerkosa anak tirinya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Aksi keji itu telah dilakukan pelaku sejak sang anak masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Peristiwa ini terungkap setelah korban memberanikan diri bercerita kepada pamannya.

Sebelumnya, korban yang masih duduk di kelas 6 SD itu selalu diancam dibunuh jika menceritakan perbuatan pelaku kepada orang lain.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto dalam keterangannya kepada wartawan, melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi di Lhoksukon, Jumat (4/9/2020) mengatakan, pelaku pemerkosaan anak di bawah umur itu adalah ayah tiri korban sendiri.

Rustam menyebut, pihaknya telah menetapkan pria berinisial I (58), warga Kecamatan Paya Bakong, kabupaten Aceh Utara sebagai tersangka dalam kasus itu.

BACA JUGA:

Polisi juga telah menahan I sejak 1 September 2020 lalu. 

Rustam menuturkan, korban yang saat ini duduk di bangku kelas 6 SD itu mengaku diperkosa ayah tirinya berulang-ulang kali sejak ia masih kelas 3 SD.

Tersangka awalnya diamankan pihak Polsek Paya Bakong usai menerima laporan kasus ini dari paman korban, yakni adik dari ibu kandung gadis belia ini.

“Tersangka kemudian diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Rustam.

Lebih lanjut, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara Bripka T Ari Andi mengatakan terungkapnya kasus ini berawal ketika korban menceritakan peristiwa pemerkosaan itu pada pamannya.

BACA JUGA:

“Berdasarkan laporan yang dibuat, kemudian kita arahkan korban untuk divisum baru kemudian kita lakukan pemeriksaan terhadap korban saksi dan pelaku,” ujar Bripka Ari.

Sejak 2017

Korban juga mengaku telah pemerkosaan yang dilakukan ayah tirinya terjadi sejak 2017.

Akan tetapi, kata Ari, tersangka membantah dan mengaku kejadian ini baru dilakukan terhadap anak tiri dari istrinya yang ke empat ini sejak Mei 2020 hingga akhir Agustus 2020.

Dari pengakuan korban, terungkap selama ini pelaku selalu mengancam akan membunuh korban dan juga menceraikan ibunya jika kejadian tersebut dibocorkan ke orang lain.

Namun, korban yang tidak tahan lagi akibat merasakan sakit, akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan kepada pamannya.

Polisi juga menjelaskan, perbuatan amoral itu dilakukan saat ibu korban sedang sakit dan korban diancam bunuh jika tidak mau menuruti nafsunya.

Dalam kasus tersebut polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban dan hasil visum

Sementara pelaku dijerat menggunakan Qanun Jinayah pasal 50 yang ancaman hukumannya sampai dengan 150 bulan kurungan. (*)

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA: