Ratusan Warga Aceh Korban Konflik Idap Gangguan Jiwa

245 warga korban konflik Aceh idap gangguan kejiwaan
Ilustrasi. Foto senjata sisa konflik Aceh serahan warga. | ANTARA

DotBerita | Banda Aceh – Sebanyak 245 warga Aceh yang menjadi korban konflik mengidap gangguan kejiwaan. Data tersebut diungkap Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

Ketua BRA, Fakhrurrazi Yusuf kepada wartawan mengatakan, sebanyak 245 orang korban konflik yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh membutuhkan pemulihan kesehatan.

Sebagian besar korban tersebut kini mengalami trauma berat dan terganggu kejiwaannya akibat konflik bersenjata di daerah ini pada belasan tahun silam.

“245 orang korban konflik di Aceh ini harus segera direhab kesehatannya,” kata Fakhrurrazi di Meulaboh, mengutip Antara, Sabtu (8/8/2020).

Rehabilitasi kesehatan tersebut, menurut Fakhrurrazi, sangat diperlukan.

“Karena apabila tidak dilakukan, hanya ada dua kemunkinan yang kita takutkan yaitu gangguan kejiwaan atau kematian terhadap korban,” ungkap.

Selain itu, pemulihan kesehatan para korban konflik di Aceh harus terus dilakukan guna memastikan agar para korban dapat menata hidup yang lebih lebih baik.

Pemberdayaan ekonomi

Termasuk memulihkan perekonomian masyarakat yang ikut terdampak konflik berkepanjangan.

Karenanya, Fakhrurrazi berharap pemerintah pusat maupun pemerintah Aceh dapat mengalokasikan anggaran memadai untuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan para korban.

Dia juga menyebut, saat ini Aceh membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk terus merawat perdamaian yang selama ini sudah terjalin dengan baik sejak tahun 2005 lalu.

“Aceh masih membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk terus merawat perdamaian yang selama ini sudah terjalin dengan baik di Aceh,” tandas Fakhrurrazi Yusuf, dilansir dari Antara. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca