Rupanya Kerajaan Aceh Pernah Usul Jadi Bawahan Ottoman tapi Ditolak, Ini Alasannya Menurut Pakar

Penolakan itu kata dia, juga disebabkan karena Turki beranggapan tidak ada keuntungan signifikan jika menjadikan Aceh sebagai negara vassal.
Rupanya Kerajaan Aceh Pernah Usul Jadi Bawahan Ottoman tapi Ditolak, Ini Alasannya Menurut Pakar
ILUSTRASI- Kekhalifahan Turki Utsmani

DotBerita | Banda Aceh – Fakta berdasarkan penelitian sumber-sumber tertulis sejarah terkait hubungan Kesultanan Aceh dan Kekhalifahan Turki Utsmani atau Ottoman diungkap Filolog UIN Jakarta, Prof Oman Fathurahman.

Pakar ilmu yang mempelajari bahasa dalam sumber-sumber sejarah tertulis itu menyebut Kesultanan Aceh pernah mengajukan diri menjada negara bawahan Kekhalifahan Ottoman.

Namun usulan Kesultanan Aceh itu tak memperoleh persetujuan. Kekhalifahan Ottoman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Turki Utsmani menolak permintaan tersebut lantaran sejumlah pertimbangan.

Pakar Filologi UIN Jakarta itu mengatakan Kesultanan Aceh pernah mengajukan diri untuk menjadi negara bawahan (vassal) kekhalifahan Turki Utsmani.

Namun permintaan tersebut ditolak karena Ottoman tidak ingin Kesultanan Aceh menjadi bawahan dari sistem pemerintahannya. Turki Utsmani lebih menginginkan menjadi saudara.

“Turki tidak mau Nusantara menjadi bagian dari sistem pemerintahannya. Tetapi untuk menjadi saudara iya, semangatnya adalah semangat keagamaan,” kata Oman dalam diskusi daringnya, Selasa (26/8/2020).

Filolog UIN Jakarta, Prof Oman Fathurahman. | Foto NET

Kendati tidak menjadikan Aceh sebagai negara vassal, lanjut Prof Oman Fathurahman, Turki tetap berkomitmen membantu Kesultanan Aceh. Hal itu menurutnya, terbukti ketika Turki Utsmani mengirimkan bala bantuan militer saat diminta Kesultanan Aceh.

Hal itu, kata dia, terlihat dari adanya pengiriman pasukan tentara dari Turki saat Aceh meminta untuk melawan tentara kolonial.

Baca Juga:

Dia menjelaskan, dari berbagai manuskrip yang diteliti, menunjukkan Kesultanan Aceh memang memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Turki Utsmani tetapi tidak ada riwayat sebagai negara vassal.

Meski tidak berhasil menjadi negara vassal, namun Oman mengakui bahwa Aceh merupakan kesultanan di Nusantara yang paling dekat dengan kekhalifahan Utsmani.

Atas kondisi itu, Oman menyimpulkan bahwa alih-alih kesultanan lain di Nusantara menjadi negara vassal Turki, Aceh saja yang memiliki hubungan istimewa tetapi tidak sukses menjadi negara bawahan.

Alasan penolakan

Pada abad 16 Aceh pernah mengajukan diri sebagai negara vassal dan di abad 19 kembali meminta tetapi Turki tetap menolak.

Penolakan itu kata dia, juga disebabkan karena Turki beranggapan tidak ada keuntungan signifikan jika menjadikan Aceh sebagai negara vassal.

Baca Juga:

Dia juga beranggapan, tradisi kepemimpinan Aceh kala itu yang pernah setidaknya empat kali dipimpin oleh sultanah (pemimpin perempuan) bertentangan dengan prinsip kekhalifahan Turki Utsmani.

Dia mengatakan, hal itu yang menjadi penyebab sulitnya Aceh menjadi bagian dari kekhalifahan yang patriarkis.

Prof Oman juga menegaskan, dari penelitian yang ada tidak ada skrip yang menyebut Nusantara bagian dari Utsmani, termasuk di Aceh.

“Soal Aceh bagian Turki itu bertentangan dari nilai kekhalifahan, seperti syarat pemimpinnya harus laki-laki,” jelas dia. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca