Sah Ganja Jadi Tanaman Obat

Ganja masuk dalam total 66 jenis tanaman obat lain yang dibina Ditjen Hortikultura, seperti, kecubung, mengkudu, kratom, brotowali, hingga purwoceng.
Kementan Cabut Keputusan Usai Direspon Polri, Begini Nasib Ganja Kini
Tanaman ganja

DotBerita | Banda Aceh – Kementerian Pertanian melakukan terebosan berani dengan menetapkan ganja sebagai salah satu tanaman obat. Ganja masuk dalam total 66 jenis tanaman obat lain yang dibina Ditjen Hortikultura, seperti, kecubung, mengkudu, kratom, brotowali, hingga purwoceng.

Kebijakan itu diambil Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melalui keputusannya Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Syahrul sejak 3 Februari lalu.

“Komoditas binaan Kementerian Pertanian meliputi komoditas binaan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,” demikian bunyi diktum kesatu Kepmen Komoditas Binaan yang diunduh dari laman Kementerian Pertanian, Sabtu (29/8/2020).

Ganja yang selama ini masuk dalam jenis narkotika golongan I berdasarkan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan begitu, tanaman ganja sejak diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian itu kini sah jadi tanaman obat komoditas binaan.

Ganja juga selama ini masuk dalam jenis narkotika golongan I, yang menurut Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga:

Jika dirunut ke belakang, tanaman ganja menjadi tanaman terlarang. Perburuan terhadap petani ganja pun juga sudah tak terbilang banyaknya.

Berton-ton ganja yang diproduksi masyarakat juga telah dimusnahkan karena dianggap berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Namun demikian, meski dilegalkan menjadi tanaman obat, Kementerian Pertanian menyebutkan, Direktur Jenderal dalam menetapkan komoditas binaan dan produk turunannya harus berkoordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Direktorat Jenderal teknis Lingkup Kementerian Pertanian, pakar/perguruan tinggi, dan Kementerian/Lembaga.

Dalam Kepmen tersebut ganja masuk dalam lampiran jenis tanaman obat yang dibina oleh Direktorat Jenderal Hortikultura.

“Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” demikian diktum ketujuh Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020. (*)


Bacaan selanjutnya: