Salahkan Polisi Tegur Perempuan Telanjang, Mendagri Perancis Sebut Kebebasan Sesuatu yang Berharga

Gerald Darmanin bahkan menyalahkan tindakan aparat yang meminta agar para perempuan itu mengenakan pakaian.
Salahkan Polisi Tegur Perempuan Telanjang, Mendagri Perancis Sebut Sebagai Kebebasan
Perempuan di Prancis berjemur tanpa menggunakan penutup payudara. | Foto: BBC Magazine

DotBerita | Paris – Peristiwa peneguran oleh petugas kepolisian Perancis terhadap tiga perempuan yang bertelanjang dada di kawasan pantai Sainte-Marie-La-Mer memperoleh respon dari Menteri Dalam Negeri Perancis, Gerald Darmanin.

Dia membela tindakan sekelompok perempuan dengan berdalih bahwa kebebasan sebagai sesuatu yang berharga.

Gerald Darmanin bahkan menyalahkan tindakan aparat yang meminta agar para perempuan itu mengenakan pakaian.

Melansir detikcom dari BBC, Kamis (27/8/2020) ketiga perempuan itu ditegur sejumlah polisi di pantai Sainte-Marie-La-Mer, lantaran adanya keluhan dari sebuah keluarga yang tengah berlibur di tempat wisata itu.

BACA JUGA:

Insiden ini menimbulkan reaksi keras terhadap tindakan para polisi tersebut.

Namun, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, mendukung aktivitas ketiga perempuan yang berjemur tanpa penutup dada.

Gerald Darmanin mencuit di akun Twitter-nya: “Kebebasan adalah sesuatu yang berharga”.

Dia mengatakan tindakan aparat yang meminta agar para perempuan itu mengenakan pakaian merupakan kesalahan.

Sementara itu, dalam siaran pers yang diunggah di Facebook oleh Kepolisian Pyrenees-Orientales mengatakan insiden itu terjadi pada pekan lalu.

Dua polisi telah meminta agar tiga perempuan itu agar menutupi dada mereka, setelah ada permintaan sebuah keluarga lantaran ada anak-anak berada tidak jauh dari situ.

BACA JUGA:

“Didorong niat untuk menertibkan, polisi bertanya kepada orang-orang di sekitarnya apakah mereka setuju menutupi dada setelah dijelaskan alasannya,” demikian keterangan resmi kepolisian.

Namun pihak kepolisian mengakui: “Tidak ada aturan yang melarang praktik ini [berjemur tanpa penutup dada] di Sainte-Marie-la-Mer.”

Picu kritik

Tindakan aparat polisi telah memicu kritik di media sosial. Beberapa mempertanyakan apa yang disebut sebagai gelombang “nilai-nilai sopan-santun” yang melanda Prancis.

Sedangkan lainnya mempertanyakan apakah praktik berjemur di pantai tanpa penutup dada saat ini telah dilarang.

Juru bicara kepolisian Letkol Maddy Scheurer menyalahkan “kecerobohan” kedua petugasnya atas insiden tersebut.

“Anda akan selalu melihat saya berseragam,” tulisnya, “tetapi kegiatan berjemur tanpa penutup dada diperbolehkan di pantai Sainte-Marie-la-Mer.”

Mendagri Darmanin mengatakan tindakan polisi itu salah, namun dia kemudian menambahkan: “hal yang normal bagi pemerintah untuk mengakui kesalahannya”.

Hasil survei

Aktivitas berjemur tanpa mengenakan penutup dada bagi kaum perempuan tidak dilarang di Prancis, walaupun otoritas lokal dapat melarangnya.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan situs VieHealthy pada 2019, memperlihatkan bahwa praktik berjemur tanpa penutup dada kini kurang umum dilakukan di Prancis jika dibandingkan dengan di masa lalu.

Hasil survei itu menunjukkan, bahwa 22% responden perempuan Prancis pernah berjemur tanpa penutup dada, lebih sedikit ketimbang 48% perempuan Spanyol dan 34% perempuan Jerman. (*)

Baca Artikel Selanjutnya: