Gatot Nurmantyo Sebut Dicopot Gegara Adakan Nobar, SCTV Akan Tayangkan Ulang Film G30S/PKI

Stasiun televisi nasional, SCTV memilih akan kembali menayangkan film G30S/PKI yang disinggung mantan Panglima TNI itu.
Gatot Nurmantyo Sebut Dicopot Gegara Adakan Nobar, SCTV Akan Tayangkan Ulang Film G30S/PKI
Gatot Nurmantyo Sebut Dicopot Gegara Adakan Nobar, SCTV Akan Tayangkan Ulang Film G30S/PKI.

Gatot Nurmantyo Sebut Dicopot Gegara Adakan Nobar, SCTV Akan Tayangkan Ulang Film G30S/PKI

DotBerita | Jakarta – Purnawirawan Jenderal Gatot Normantyo menyebut jika pergantiannya sebagai Panglima TNI gegara menginisiasi acara nonton bareng film G30S/PKI. Stasiun televisi swasta nasional, SCTV memilih akan kembali menayangkan film G30S/PKI yang disinggung mantan Panglima TNI itu.

SCTV memiliki pertimbangan mengapa menayangkan film tersebut, meskipun sempat menjadi perbincangan.

BACA JUGA: Ternyata Korban Mutilasi di Apartemen Kalibata City Seorang Manajer yang Hilang, Ini Pelakunya

Lalu apa pertimbangan menayangkan film berdurasi panjang itu?

Seperti dilansir dari detikcom, berikut penjelasan Direktur Program SCTV David Suwarto.

“Kita sebetulnya memang sudah dari tahun lalu kita juga menayangkan. Jadi memang SCTV itu sering sekali, atau kita mungkin dikenal sebagai TV yang paling sering menayangkan film-film Indonesia.” kata David Suwarto saat berbincang dengan detikcom, Jumat (25/9/2020)

“Jadi misalnya kaya kemarin kita sudah tayangin film Dilan, Gundala, Milea, Warkop, hampir semua film Indonesia yang top, boxoffice itu kita. Nah, di luar dari itu kan kita juga tayang film-film yang lain lah, misal bentuknya FTV, gitu ya,” tambah David.

BACA JUGA: Ternyata Pejabat Pertamina yang Sudah Dicopot Masih Terima Gaji, Angkanya Capai Rp100 Juta per Bulan

“Nah jadi film G30S/PKI ini salah satu film yang kita lihat sangat diminati penonton,” imbuhnya.

Tahun sebelumnya, pada 2019, SCTV juga menayangkan film G30S/PKI. Menurut David, saat itu, rating film tersebut tinggi.

“Jadi lebih dari segi minat penonton Indonesia aja sih. Karena tahun lalu, waktu kita menayangkan juga, rating siarnya sangat tinggi. Jadi, ya, kita pertahankan tahun ini,” terang David.

Mengenai penayangan film G30S/PKI tahun ini juga menjadi perhatian pemerintah. David menyebut tidak ada perdebatan di internal SCTV untuk tidak menayangkan film tersebut tahun ini.

BACA JUGA: Begini Status Hukum Pelaku Penusukan Syeikh Ali Jaber

“Nggak (perdebatan) ada sih, karena tahun lalu kita tayangin nggak ada masalah juga. Saya nggak melihat ada perubahan tahun ini kenapa jadi masalah. Dan biasanya malah tahun-tahun sebelumnya ada TV lain yang cukup konsisten menayangkan juga,” terang David.

“Dan, ya, kebetulan, ya, kali ini kita yang punya hak untuk siar, disiarin program ini, karena ini kan punya perusahaan film negara, ya. Kita memang mesti, apa namanya, hak siarnya dari perusahaan film negara. Jadi ada, apa namanya, ada term komersilnya juga. Iya tolong promoin biar banyak yang nonton,” sambung dia sambil berkelakar.

SCTV sendiri akan menayang film G30S/PKI pada Minggu 27 September 2020. SCTV juga memiliki pertimbangan mengapa menayangkan film tersebut bukan saat 30 September.

BACA JUGA: Ternyata Sang Suami di Kamar Sebelah Saat PSK di Sleman Tewas Layani Pelanggan, Pria Ini Jadi Tersangka

“Memang bukan di tanggal 30-nya. Tapi, ya, kita pikir kenapa di hari Minggu? Supaya banyak orang yang di rumah, mungkin udah kangen nonton film ini, setahun sekali, gitu, jadi bisa nonton, semoga bagus,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tentang film G30S/PKI sempat menjadi perbincangan di dunia perpolitikan Indonesia usai disinggung Gatot Nurmantyo. Gatot menyebut diganti sebagai Panglima TNI gegara menginisiasi acara nonton bareng film G30S/PKI.

BACA JUGA: Diungkap MAKI, Ternyata Ada Istilah ‘Bapakku-Bapakmu’ Antara Jaksa Pinangki dan Anita Kolopaking

“Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, ‘Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti’,” kata Gatot saat bicara di channel Youtube Hersubeno Point, dikutip detikcom pada Rabu (23/9/2020). (*)

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA: