Sembuh dari COVID-19 dan Kembali Beraktifitas di Rumah, Ini Pesan Abu Mudi bagi Warga Aceh

Pesan Abu Mudi kepada warga Aceh terkait virus Corona.
Tangkapan layar video Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi setelah dinyatakan sembuh.

Sembuh dari COVID-19 dan Kembali Beraktifitas di Rumah, Ini Pesan Abu Mudi bagi Warga Aceh  

DotBerita | Banda Aceh – Ulama kharismatik Aceh Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, Mudir Lembaga Pendidikan Islam (LPI) MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen, telah sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti biasanya sembari melakukan isolasi mandiri.

Sebelumnya Abu Mudi sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh karena dinyatakan terinfeksi COVID-19.

Direktur RSUZA Banda Aceh dr Azharuddin di Banda Aceh kepada wartawan, Minggu (2/8/2020) membenarkan informasi kesembuhan ulama Aceh tersebut. Azharuddin menegaskan, ulama terkemuka itu kini telah dipulangkan kembali bersama keluarganya di Kabupaten Bireuen.

“Iya benar, beliau (Abu Mudi) sudah sembuh, sudah negatif RT PCR,” kata Azharuddin.

Abu Syekh H Hasanoel Bashry merupakan salah satu pimpinan dayah (pesantren) di kawasan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Sebelumnya, sosok ulama itu dirujuk dari Bireuen ke RSUZA Banda Aceh pada Selasa (21/7) malam.

Setelah menjalani perawatan medis di ruang respiratory intensive care unit (RICU) di RSUZA Banda Aceh selama 10 hari, akhirnya pasien COVID-19 ke-151 di Aceh itu dinyatakan terbebas dari virus corona.

Pihak rumah sakit mengatakan, kondisi klinis Abu Mudi sudah membaik, tidak lemas dan tidak mengalami sesak nafas seperti sebelumnya.

Sementara Abu Syekh H Hasanoel Bashry, dalam keterangan video yang direkam Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, mengatakan dirinya bersyukur karena diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Berkat doa yang tulus dari seluruh masyarakat, sehingga telah dibolehkan pulang dan melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya.

“Alhamdulillah atas izin dari Allah SWT dan doa yang tulus tidak henti-hentinya dari semua masyarakat, saya sudah dibolehkan pulang dari ruang isolasi RICU RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,” ucap Abu Mudi.

Abu Mudi juga menegaskan bahwa wabah COVID-19 itu nyata adanya. Apa yang dirinya alami sejak hari pertama dirawat di rumah sakit bukan sebuah rekayasa.

“Gejala lemas, pusing, dan penurunan nafsu makan adalah salah satu dari gejala yang mengarahkan kepada COVID-19, pada orang diabetes seperti saya, begitulah yang dokter ahli jelaskan,” jelasnya.

Pesan Abu Mudi

Abu Mudi menuturkan, setelah pihak rumah sakit menyatakan positif COVID-19 dirinya langsung mengikuti anjuran dokter. Hal itu merupakan sebuah wujud ikhtiar terbaik yang harus dijalani saat kita dinyatakan positif COVID-19.

“Bukan menghindari, mencari-cari kesalahan ataupun mencari pembenaran. Hal demikian akan mengganggu kinerja dokter dan pemerintah dalam menekan angka penularan wabah ini,” ujar Abu Mudi.

Karenanya ulama kharismatik itu berterima kasih kepada Pemerintah Aceh dan seluruh tenaga kesehatan yang telah memonitor perkembangan kesehatannya setiap saat selama dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Abu Mudi juga berpesan kepada seluruh warga untuk senantiasa menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah agar terhindar dari penyebaran virus Corona.

“Saya berpesan pandemi ini jangan dianggap remeh, protokol kesehatan jangan diabaikan. Semuanya demi kemaslahatan kita semua,” ujarnya. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca