Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Dekat Terminal, Sebelumnya Sempat Hubungi Keluarga

Korban meninggal diduga akibat terkena serangan jantung.
Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Dekat Terminal, Sebelumnya Sempat Hubungi Keluarga
Penemuan pria yang tergeletak dalam kondisi meninggal dunia di depan Stasiun Cilegon. | Foto: M iqbal/detikcom

Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Dekat Terminal, Sebelumnya Sempat Hubungi Keluarga

DotBerita | Jakarta – Seorang pria ditemukan tergeletak dalam kondisi telah meninggal dunia di depan terminal atau stasiun kereta api Cilegon, Banten.

Korban meninggal diduga akibat terkena serangan jantung.

Melansir detikcom, laporan penemuan mayat diterima petugas kepolisian sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas yang datang langsung mengevakuasi mayat dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pria itu diketahui baru turun dari kereta api jurusan Jakarta-Merak. Dia berangkat dari Jakarta dan tiba di stasiun Cilegon sekitar pukul 17.30 WIB.

“Dari keterangan saksi, kebetulan ada saudaranya bahwa yang bersangkutan korban bernama Didit, beliau dari Jakarta tadi sempat jam 14.00 menghubungi keluarganya bahwa dari Jakarta mau pulang ke Cilegon dengan naik kereta api,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Jajang Mulyaman kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

BACA JUGA:

Hubungi keluarga

Sebelum meninggal, pria itu sempat menelpon anggota keluarganya di Cilegon. Suaranya di sambungan telepon sempat tersengal-sengal. Tak lama, sambungan telepon tiba-tiba terputus.

“Sampai di stasiun Cilegon menghubungi keluarganya dengan percakapan yang tersendat-sendat via telepon, lalu hilanglah tidak ada kabar, lalu pihak keluarga coba menghubungi kembali tidak bisa dihubungi,” kata dia.

Menurut keterangan keluarga korban, Didit punya riwayat penyakit jantung. Korban beberapa kali pernah dirawat di rumah sakit karena sakit jantung.

“Untuk sementara olah TKP korban sekarang di rumah sakit, tapi menurut keterangan dari keluarga asal usul sementara korban sebelumnya mengalami sakit jantung. Jadi pernah dirawat karena sakit jantung, ini riwayat (penyakit) yang disampaikan (keluarga),” ujarnya.

Polisi dibantu TNI mengevakuasi korban menggunakan protokol kesehatan. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi salah kaprah terkait penemuan mayat tersebut. (*)

BACA ARTIKEL SELANJUTNYA: