Sering Masuk Lewat Pintu Samping, Warga Gerebek Kadis Pertanian Ini, Berkelit Cuma Beli Pulsa

Kadis Pertanian Bengkulu Selatan digerebek saat berduaan dengan istri orang
Ilustrasi - Oknum Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Silustero atau SS digerebek warga saat sedang berduaan bersama istri orang lain. | Foto NET

DotBerita | Bengkulu Selatan – Seorang oknum Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan Silustero atau SS digerebek warga saat sedang berduaan bersama istri orang lain, NR. Parahnya, saat itu suami NR sedang tidak di rumah.

Berdasarkan informasi yang dhimpun dari berbagai sumber, menyebutkan penggerebekan terhadap Silustero terjadi saat ia sedang di dalam rumah NR di pagi hari dengan pintu tertutup.

Kendati demikian Silustero membantahnya penggerebekan itu.

Peristiwa penggerebekan terhadap Silustero, berawal ketika warga yang curiga saat dia memasuki rumah NR pada sekitar pukul 07.00 WIB pagi, Senin (10/8/2020). Padahal saat itu suami NR disebut sedang tidak berada di rumah.

Namun Silustero membantah jika dirinya digerebek hingga tudingan adanya perselingkuhan dalam penggerebekan yang terjadi di Senin pagi itu.

Menurut Silustero, saat itu dirinya sedang melakukan olahraga lari keliling kompleks kediamannya. Setelahnya ia mengaku hendak membeli pulsa dengan mendatangi rumah NR yang merupakan tetangganya sendiri.

“Saya mau beli pulsa tetapi sedang habis dan saya pun langsung pulang, tetapi warga menuduh saya masuk ke dalam rumah padahal tidak sama sekali,” kata dia kepada wartawan, Selasa (11/08/2020).

Sering datang dan tutup pintu

Namun berdasarkan keterangan warga, oknum pejabat itu juga disebut sering mendatangi rumah NR saat sedang sendiri. NR merupakan salah satu warga Ketaping.

Parahnya lagi, warga menuturkan, pintu rumah disebut warga sering ditutup saat Silustero datang, sehingga membuat warga curiga.

“Sering datang dan kami curiga SS ini berbuat tidak baik, apalagi saat masuk lewat pintu samping dan pintu selalu ditutup,” ungkap salah satu warga kepada wartawan.

Sekretaris Desa Ketaping mengakui perihal penggerebekan tersebut. Dia mengatakan Silustero dan NR akan diberi sanksi adat.

Sanksi tersebut merupakan hasil musyawarah warga setempat. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca