Soal Insentif Tenaga Medis Belum Dibayar Pemerintah, Direktur RSUZA: Ada yang Sudah

Meski terkendala beberapa hal, namun tidak semua tenaga medis tersebut belum dibayarkan insentifnya.
Soal Insentif Tenaga Medis Belum Dibayar Pemerintah, Direktur RSUZA: Ada yang Sudah
Ilustrasi - Tenaga medis Covid-19. | Foto: SHUTTERSTOCK

Soal Insentif Tenaga Medis  Belum Dibayar Pemerintah, Direktur RSUZA: Ada yang Sudah

DotBerita | Banda Aceh – Direktur Rumah Sakit  Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Azharuddin mengungkap perihal mekanisme pembayaran dana insentif bagi tenaga medis yang terlibat menangani COVID-19 dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

Meski terkendala beberapa hal, namun tidak semua tenaga medis tersebut belum dibayarkan insentifnya.

BACA JUGA: Tenaga Medis Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUZA Banda Aceh Ditransfer ke Lokasi Baru 

Dilansir dari Antara, menurut Direktur RSUZA, dana insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 disentralistik ke Pemerintah Pusat, sehingga tidak boleh mendapatkan dobel dari pemerintah daerah.

“Itu aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Tidak dibolehkan gubernur, bupati/walikota,” kata Azharuddin di Kota Banda Aceh, Selasa (15/9/2020).

Dia menjelaskan, belum semua tenaga kesehatan yang betugas menangani COVID-19 di rumah sakit setempat menerima dana insentif. Namun, ada paramedis beberapa yang sudah mendapatkannya.

“Ada yang sudah terima ada yang belum, sedang diverifikasi data, dan sedang berproses,” katanya.

BACA JUGA: Banyak Dokter Jadi Korban COVID-19, Buya Syafii Sebut Bangsa Bisa Oleng, Menkes Diminta Bekerja

Dia menyebut, dari sekitar 2.800 karyawan di RSUZA Banda Aceh, tenaga medis yang mengurus upaya penanggulangan wabah COVID-19  sekitar 10-15 persen. 

Itulah yang akan mendapatkan insentif sesuai beban kerja atau layanan yang mereka berikan, agar insentif tepat sasaran, kata Azharuddin.

Kemudian, kata dia, apabila terdapat tenaga kesehatan yang menerima insentif dari pemerintah pusat dan juga dari Biaya Tak Terduga (BTT) Pemerintah Aceh, maka akan berurusan dengan hukum.

BACA JUGA: Fadhlullah TM Daud Jadi Kepala Daerah Ketiga di Aceh yang Positif Idap COVID-19

“Saya yakin tenaga medis pun tidak mau terima resiko jika terima insentif dengan sumber dana yang tidak dibolehkan,” ujarnya. (*)