Suami Pergi Nongkrong di Warung, Istri Indehoy di Rumah Sebelum Akhirnya Tewas di Tangan Selingkuhan

Suami tangkap basah saat istri sedang ngamar dengan pria lain
Ilustrasi - Seorang istri melaporkan suaminya setelah tertangkap basah selingkuh dengan pria lain di sebuah hotel. | Foto NET

Cerita tragis ini datang dari istri seorang petani di Blora. Ia nekad berselingkuh dengan tetangganya sendiri saat suami keluar untuk nongkrong di warung kopi. Tragisnya lagi, setelah sempat berhubungan badan sang istri justru meregang nyawa di tangan selingkuhan.

DotBerita | Blora – Sebuah kenyataan pahit harus dihadapi seorang suami warga Blora bernama Sukardi (48) setelah ia pulang dari nongkrong di warung kopi.

Bukan hanya mendapati istrinya tewas berdarah-darah, belakangan juga terbongkar jika istrinya tewas dibunuh tetangganya sendiri setelah berselingkuh di dalam rumahnya saat ditinggal nongkrong di warung kopi.

Ratmiati (36) yang memiliki dua anak ditemukan tewas oleh suaminya, Sukardi (48) di depan Kamar Mandi rumahnya pada Rabu (25/9/2019) sekira pukul 23.30 WIB.

Sebelum kejadian, Sukardi keluar rumah untuk nongkrong di warung kopi.

Sepulangnya dari warung kopi, Sukardi masuk ke rumah dan merasa curiga lantaran istrinya tak ada di kamar.

Petani itu pun berupaya mencari keberadaan istrinya dengan berjalan ke belakang rumah.

Alangkah kagetnya Sukardi melihat istrinya sudah tersungkur di depan Kamar Mandi.

Saat itu kedua anaknya yang masih kecil sudah tertidur pulas. Semula Sukardi menduga bahwa istrinya terpeleset dari Kamar Mandi.

BACA JUGA: Diceraikan karena Ketahuan Ngamar dengan Anak Tiri, Ini Kisah Seorang Wanita yang Sempat Viral dengan Bobot 132 Kilogram

Seketika itu juga, Sukardi bersama kerabatnya langsung melarikan Ratmiati ke PKU Muhammadiyah Cepu mengendarai mobil.

Namun sayang, tim medis menyatakan bahwa Ratmiati sudah meninggal dunia.

Dari keterangan tim medis PKU Muhammadiyah Cepu, ditemukan banyak luka tak wajar pada kepala bagian belakang Ratmiati.

Pihak keluarga pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Blora.

Tanpa menunggu terlalu lama , polisipun berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang tak lain adalah tetangga korban, JY (50).

Dari pemeriksaan tersangka JY akhirnya juga terungkap jika korban dan tersangka adalah pasangan selingkuh.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo mengatakan dari hasil pemeriksaan ditemukan bercak darah Ratmiati yang membekas di baju pelaku, JY (50).

Ada indikasi pelaku memukulkan batu ke kepala ibu dua anak itu dengan sangat keras.

“Bukti utama batu dan baju pelaku yang ada bercak darah korban. Kami masih dalami kasus ini,” kata Heri saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/9/2019) malam.

Sementara itu, Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto menyampaikan, selama ini pelaku dan korban diketahui telah menjalin hubungan asmara gelap meski masing-masing telah berkeluarga.

Motif JY membunuh Ratmiati adalah karena asmara cinta segitiga.

Pelaku melakukan aksinya setelah berhubungan intim dengan korban.

Ratmiati dan JY sama-sama sudah berkeluarga namun keduanya disebut-sebut memiliki hubungan spesial.

Hal itu berdasarkan pengakuan JY saat diinterogasi.

“Motifnya karena asmara cinta segitiga. Jadi kami sinkronkan keterangan sejumlah saksi yang menyebut pelaku dan korban sering bertemu. Setelah kami interogasi, pelaku mengakui punya hubungan spesial dengan korban. Mengenai lain-lain, nanti ya,” ujar Heri seperti dilansir dari Kompas.com.

Sejumlah saksi menyebut jika keduanya telah berselingkuh dengan menjalin hubungan asmara cinta segitiga.

Sampai akhirnya di malam naas itu, Ratmiati tewas di tangan JY selingkuhannya tersebut.

Menurut pengakuan pelaku, sebelum kejadian tragis itu, keduanya baru saja rampung berhubungan badan di rumah Ratmiati.

Saat itu suami Ratmiati pergi ke warung kopi dan kedua anak Ratmiati juga sudah tertidur pulas.

JY masuk melalui pintu belakang rumah Ratmiati.

Usai berhubungan intim, keduanya pun duduk mengobrol santai di depan Kamar Mandi.

Saat itu tiba-tiba Ratmiyati mengomel kepada JY lantaran mengaku tidak terpuaskan usai berhubungan badan.

“Dari situlah, pelaku merasa tersinggung dengan perkataan korban yang ngomel-ngomel terus akibat tak terpuaskan. Seketika itu pelaku mengambil batu dan menghantamkannya ke kepala korban. Usai terkapar, pelaku melarikan diri lewat pintu belakang,” terang Suharto.
(Sumber: TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca