Tak Cuma Murtad, Ini Sederet ‘Pengorbanan’ Puput Nastiti yang Dinikahi Ahok

Foto: instagram.com/btpnd

Tak Cuma Murtad, Ini Sederet ‘Pengorbanan’ Puput Nastiti yang Dinikahi Ahok

DotBerita | Banda Aceh – Mantan anggota polisi wanita Puput Nastiti Devi telah sah menjadi istri Basuki Tjahaja Purnama. Keduanya menikah secara tertutup pada awal 2019 lalu.

Hingga saat ini, bahasan tentang pernikahan keduanya masih terus diperbincangkan. Semua itu tak terlepas karena status Ahok yang mantan orang nomor satu di ibukota republik ini.

Selain itu, pernikahan keduanya juga menyimpan sisi lain yang mampu menyita perhatian banyak orang.

Salah satunya tentang pilihan Puput Nastiti yang diketahui rela pindah keyakinan hanya untuk dinikahi Ahok.

Puput Nastiti Devi sebelumnya diketahui berstatus sebagai seorang muslim. Namun akhirnya mengikuti agama yang dianut Basuki Tjahaya Utama.

Keduanya menikah pada awal tahun 2019 lalu secara tertutup. Pernikahan itu berlangsung setelah Ahok menjalani hukuman atas kasus penistaan agama.

Buah dari pernikahan itu, Puput Nastiti dan Ahok telah memiliki seorang anak yang lahir pada Senin (6/1/2020) llu di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Selain soal keyakinan, agar dinikahi Ahok, Puput Nastiti juga punya pengorbanan lain.

Puput Nastiti dan Ahok juga memiliki perbedaan usia yang cukup mencolok. Puput yang kelahiran 1998 rela dinikahi Ahok yang kelahiran 1966.

Bahkan Ahok masih lebih tua ketimbang ayah Puput Nastiti yang kelahiran 1968.

Usia keduanya yang terpaut hingga 32 tahun tak membuat surut niat Puput Nastiti. Terbukti, keduanya kini telah memiliki seorang momongan.

Hal lainnya yang dikorbankan Puput Nastiti adalah karirnya sebagai anggota Polri.

Sebelum dinikahi Ahok, Puput Nastiti Devi diketahui sebagai seorang polisi wanita yang pernah jadi ajudan Veronica Tan ketika masih menjadi istri Ahok ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Setelah menikah dengan Ahok, Puput pun rela mengundurkan diri dari satuan kepolisian dan diberhentikan dengan pangkat terakhir Bripda Polisi. (*)

redaksi dbcom
Penulis yang membaca