Tegang, Warga di Nagan Raya Geruduk dan Usir 38 Tenaga Kerja Asing, Akibat Tak Melapor

Aksi pengusiran itu sendiri dilatar belakangi kepanikan dan kemarahan warga.
Tegang, Warga di Nagan Raya Geruduk dan Usir 38 Tenaga Kerja Asing, Akibat Tak Melapor
Warga Nagan Raya, Aceh berusaha memasuki sebuah hotel di kawasan Leupee, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, diduga saat akan mengusir 38 tenaga kerja asing, Jumat (28/8/2020) petang. | Foto ANTARA/HO

DotBerita | Suka Makmue – Rombongan warga di Nagan Raya dalam skala besar mendatangi dan menggeruduk sebuah hotel tempat 38 tenaga kerja asing (TKA) menginap, Jumat (28/8/2020).

Dalam peristiwa itu, massa warga dilaporkan mengusir para TKA untuk keluar dari daerahnya.

Aksi pengusiran itu sendiri dilatar belakangi kepanikan dan kemarahan warga.

Sebabnya, kehadiran 38 TKA yang masuk ke wilayah Nagan Raya itu disebutkan tanpa adanya laporan.

Akibat kemarahan warga, rombongan warga dalam jumlah besar tak terbendung dan mendatang sebuah di kawasan Desa Leupee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, tempat para TKA tersebut menginap.

Pengusiran pun menjadi tak terelakkan.

Baca Juga:

Melansir Antara, massa dalam jumlah besar yang berasal Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat, mengusir 38 warga negara asing (WNA) dari sebuah hotel di kawasan Desa Leupee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

Kendati begitu, aksi pengusiran terhadap WNA yang diduga pekerja itu berhasil diredam aparat desa bersama petugas kepolisian dan TNI yang tiba di hotel tersebut.

“Kasus ini sedang kami tangani, saat ini sedang dilakukan mediasi antara pihak pemerintah dengan pihak perusahaan di PLTU Nagan Raya, selaku perusahaan yang membawa 38 WNA ke Aceh,” kata Kapolres Nagan Raya, Aceh, AKBP Risno diwakili Ipda Faisal Riza, Jumat malam.

Kepala Desa Simpang Peuet, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Mas Jalil mengatakan aksi massa untuk mengusir kedatangan 38 WNA tersebut karena warga khawatir dan ketakutan dengan kondisi daerah setempat yang saat ini berstatus zona merah COVID-19.

Apalagi kedatangan WNA ke kawasan mereka tidak pernah diketahui oleh aparat desa dan pihak kecamatan.

Kondisi tersebut kemudian kemudian menimbulkan kepanikan dan kemarahan masyarakat setempat. (*)


Baca selanjutnya: